Unika Tambah Tujuh Doktor
Jumat, 18 September 2015 | 11:03 WIB

WWS 18_09_2015 Unika tambah 7 doktorBENDAN DHUWUR – Model iklan di majalah terbitan Amerika dan Indonesia ternyata bisa menggambarkan kebudayaan masyarakat. Contohnya produk makanan sehat, meski produk tersebut dijual di Amerika dan Indonesia, namun konsep iklan yang digunakan berbeda.

"Di negeri Paman Sam, saya tidak menemukan produk makanan sehat dengan konsep iklan yang menampilan produk tersebut dengan model atau orang. Disana, mayoritas majalah hanya menampilkan gambar produk tersebut, bersama beberapa tulisan mengenai keunggulan produk tersebut. Misalnya ditulis rendah kolesterol, atau menggunakan bahan baku organik. Berbeda di Indonesia, akan kita menemukan iklan dengan konsep, gambar sebuah keluarga atau model yang tengah asyik memakan produk tersebut," papar Dr Ekawati M Dukut dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unika Soegijapranata Semarang, Kamis (17/9).

Menurutnya, hal tersebut menunjukan pola budaya konsumsi masyarakat Indonesia, masih terpaku dengan sosok siapa yang menggunakan sebuah produk tersebut. Sementara di Amerika, masyarakat lebih fokus pada produk yang ditawarkan.

Ekawati merupakan satu dari tujuh dosen Unika Soegijapranata yang berhasil meraih gelar doktor. Sementara, keenam dosen yang lain yakni, Dr A Ardiyanto dari Fakultas Arsitek-tur dan Desain (FAD), Dr Djoko Suwarno dari Fakultas Teknik (FT), Dr Rika Saraswati dari Fakultas Hukum dan Kriminal (FHK), Dr Agustina Sulastri dari Fakultas Psikologi, Dr. MY Dwi Hayu dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dan Dr R Probo Yulianto dari Fakultas Teknologi Pangan (FTP).

Rektor Unika Prof Budi Widianarko menjelaskan, tujuh dosen dengan gelar doktor tersebut menambah jumlah dosen Unika bergelar doktor menjadi 50 orang. "Kita berharap dengan meningkatnya jumlah dosen bergelar doktor ini, berbanding lurus dengan “meningkatnya mutu pendidikan di Unika,"pungkasnya.» rix-rth

Kategori: