Unika Soegijapranata Tambah Tujuh Doktor
Rabu, 23 September 2015 | 9:16 WIB

SM 23_09_2015 Unika Soegijapranata tambah tujuh doktor

SEMARANG – Unika Soegijapranata Semarang menambah tujuh doktor baru pada jajaran pengajarnya. Mereka lulus dari beberapa perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Wakil Rektor IV Unika Soegijapranata Dr Marcella Ellwina mengatakan, tujuh orang tersebut telah menyelesaikan studi dotoral dalam waktu hampir bersamaan.

Mereka adalah Dr AArdiyanto, dosen Fakultas Arsitektur dan Desain dan Dr Ekawati Marheni Dukut, dosen Fakultas Bahasa dan Sastra, keduanya lulus dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dr Djoko Suwarno, dosen Fakultas Teknik lulusan Open University Netherland. Dr Rika Saraswati, dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi lulusan Wollongong University Australia.

Dr Augustina Sulastri, dosen Fakultas Psikologi lulusan Radboud University Nijmegen Netherland, Dr MY Dwi Hayu Agustina, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis lulusan Edith Cowan University Australia, serta Dr R Probo Yulianto Nugrahedi, dosen Fakultas Teknologi Pangan lulusan Wageningen University Netherland. Hasil kajian mereka dalam studi doktoral akan diseminarkan di Unika.

”Hal ini supaya diketahui masyarakat luas,” kata Marcella. Di antaranya sudah ada dua kajian yang telah diseminarkan, yakni kajian Dr Probo tentang kelompok sayur Brassica (kubis-kubisan) yang diyakini sebagai senyawa turunan dari glucosinolate.

Glukosinolat merupakan kelompok senyawa metabolit sekunder yang dapat terurai menjadi berbagai senyawa aktif khususnya isothiocyanate, yang diduga kuat berperan dalam penurunan risiko kanker, terutama di saluran pencernaan. Pemasakan dengan cara menumis terbukti dapat mempertahankan kandungan glukosinolat dalam sayur. Demikian juga dengan pengukusan.

Menurunkan Kandungan

Kubis gulung kukus yang biasanya menjadi salah satu bagian dari siomai, dapat mempertahankan kandungan senyawa ini ketika pengukusan dilakukan dalam waktu tidak lebih dari seperempat jam. Sementara itu, metode pengolahan fermentasi, dapat menurunkan kandungan glukosinolat secara drastis.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penurunan ini adalah dengan merekayasa cara pelayuan sawi dengan cara pemberian panas yang tinggi dalam waktu yang singkat, sebelum tahap penambahan garam dan fermentasi. Dengan cara ini, aktivitas enzim myrosinase yang berperan dalam penurunan kandungan glukosinolat dapat dihentikan.

Kajian lain adalah tentang pencemaran nitrogen dan pospor dari limbah rumah tangga di muara sungai atau perairan pantai. Penelitian yang dilakukan Dr Djoko Suwarno itu menggunakan 19 sungai besar di Indonesia dari 160 sungai yang terdapat dalam model Global NEWS (Nutrient Export from Water Sheds).

Model Global NEWS memiliki kemampuan memprediksi pembuangan N dan P di muara sungai. Pulau Jawa menempati urutan pertama dalam pencemaran nitrogen dan pospor, sebab hampir 60 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Solusinya, pengelolaan limbah manusia dari 19 sungai tersebut dilakukan dengan mengolah tinja menjadi biogas untuk memasak. (H89-37)

Kategori: