Vira: Jangan Ragu Bila Yakin Benar
Senin, 24 Agustus 2015 | 18:06 WIB

10803

Program studi Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyumbangkan nama Izmi Irwina Savira untuk dimasukkan dalam daftar wisudawan terbaik pada wisuda periode 2 tahun 2015. Kesetiannya untuk mengambil kesempatan yang ada sejak semester pertama membuatnya berhasil menutup formatio dengan IPK 3,69.

“Sejak semester pertama saya memang selalu berusaha tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Saya yakin jika saya berani mengambil kesempatan-kesempatan itu, saya bisa mengembangkan diri,” tuturnya. Prinsip ini membuatnya berani untuk menjadi komting (baca: komandan tingkat) di hampir semua mata kuliah yang ada.

Meskipun ternyata status tersebut membawa risiko dan konsekuensi tersendiri. “Saya sempet juga berkonflik dengan teman karena ada perbedaan antara tanggung jawab sebagai sebagai komting dengan harapan beberapa teman,” tuturnya, “Harusnya begini, tapi temen-temen mintanya begitu. Yaaa saya mau tidak mau ya harus berpegang pada aturan yang ada, tidak bisa ngikutin keinginan temen saya itu.”

Untungnya semua itu dapat teratasi. Terutama berkat nasihat ibunya, “Pokoknya ibu saya bilang, ‘selama apa yang kamu lakukan benar dan ada di jalan Tuhan, jangan pernah ragu melakukannya’. Nasihat ibu saya itu saya jadikan pedoman dalam hidup saya juga,” tutur perempuan berparas cantik yang juga punya hobi modelling ini.

Bersyukur

Dalam wawancara dengan Kronik pemilik nama panggilan Vira ini juga mengisahkan betapa bersyukurnya ia bisa kuliah di Unika Soegijapranata, “Bagi saya, bisa kuliah di Unika bener-bener sebuah berkah. Unika itu penolong banget, penyelamat banget. Bahkan, bisa kuliah saja saya sudah benar-benar bersyukur. Meskipun waktu itu saya juga sudah diterima di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) kan waktu itu aku SMA-nya di Jogja.”

Alumna SMA 1 Semin, Gunungkidul, D.I Yogyakarta ini juga bersyukur karena rejeki dari Tuhan tak berhenti mengalir. “Saya ini anak kedua dari tiga bersaudara. Ibu saya single parent karena ayah saya sudah meninggal. Jadi bisa kuliah itu rasanya bersyukur banget. Apalagi bisa dapat beasiswa,” tutur penerima beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademis) dari Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) ini. Itulah mengapa kesempatan untuk berkembang tidak pernah ia sia-siakan.

Dan kepada Unika Soegijapranat ia berharap agar kualitas pendidikannya semakin ditingkatkan. Khusus untuk Prodi Perpajakan, ia berharap semoga mahasiswanya semakin banyak. (teodomina)

Kategori: ,