Unika Terima 1.800 Mahasiswa Baru
Sabtu, 15 Agustus 2015 | 9:52 WIB

Rektor (kiri) saat menyematkan pin pada perwakilan mahasiswa baru. (Foto sugeng I)

SEMARANG (KRjogja .com) – Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc secara resmi menerima sekitar 1.800 mahasiswa baru Unika Soegijapranata tahun akademik 2015 di lapangan basket kampus setempat, Rabu (12/08/2015).

Pada para mahasiswa baru yang berasal dari seluruh wilayah NKRI ini, Prof Budi Widianarko berharap agar dalam 4 tahun ke depan para mahasiswa bisa mengalami transformasi dari masa anak (remaja) menjadi insan dewasa. Momen Pembelajaran Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) atau di kampus-kampus lain sering dinamai Ospek ini dianggap rektor sebagai momen pas penanda sekaligus langkah awal transformasi mahasiswa baru.

"Transformasi yang saya maksudkan adalah menjadi dewasa secara sosial ditandai dengan kemandirian secara ekonomi atau menjadi pribadi yang mampu menghidupi dirinya sendiri. Pendidikan universitas dharapkan mampu memerdekakan mahasiswa dari ketergantungan orang tua atau wali" ujar Rektor.

Namun Rektor sekaligus mengingatkan kalau pada saat yang sama mahasiswa bagian dari warga masyarakat terdidik atau elite yang diharapkan menjadi pelopor pembangunan. Lewat tema PTMB "Ugahari, Mandiri" yang artinya kesederhanaan dan kemandirian seperti tertuang pada ajaran pahlawan nasional Mgr Soegijapranata, Rektor berharap sivitas Unika tidak hanya menghindarkan diri dari kesombongan tetapi kesederhanaan juga menyelamatkan dari semua persaingan yang dilandasi keirihatian.

Seperti tahun-tahun sebelumnya,1.800 mahasiswa baru Unika kali ini mengenakan kemeja (atasan) batik sebagai identitas nasional Indonesia yang mensimbolkan berbeda beda tetapi tetap satu. Batik pasti ada di setiap wilayah di Indonesia dan saat dikenakan orang lain di dunia akan tahu kalau pemakai pakaian batik berasal atau ada kaitannya dengan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Rektor juga menyampaikan kalau masa PTMB diisi dengan berbagai kegiatan pendidikan, mengajarai cara-cara sukses menempuh kuliah, mencari beasiswa dan lain sebagainya. Serta melarang adanya tindak kekerasan baik verbal maupun fisik pada pelaksanaan PTMB. (Sgi)

sumber : krjogja.com

Kategori: