Seru-seruan Outbond bersama Sunrice
Selasa, 11 Agustus 2015 | 10:56 WIB

SM 2015_08_09 Seru-seruan outbond bersama sunrise

Bergerak di bidang outbond dan training bukanlah hal yang asing bagi mahasiswa Psikologi Unika Soegijapranata Semarang. Apalagi mereka yang tergabung dalam Student Training Centre (Sunrice).

Bermain bersama anak-anak TK, membantu siswa SMAmenjadi pribadi dinamis, dan memberi hiburan sejenak bagi karyawan suatu perusahaan sudah menjadi rutinitas kegiatan anak – anak Sunrice.

Berada di bawah bimbingan dosen dari Fakultas Psikologi Unika, Sunrice memang menjadi magnet bagi sebagian mahasiswa Psikologi kampus tersebut yang tertarik pada kegiatan training dan outbond.

’’Banyak kegiatan di kampus yang bisa mengembangkan kemampuan kami secara personal. Tapi aku memilih bergabung dengan Sunrice karena sesuai dengan penjurusan yang kupilih,’’ujar ketua Sunrice Jordy Daniel Unepputy

Jordy yang sejak awal tertarik dengan Sunrice menceritakan pengalamannya ketika mengikuti seleksi anggota. ’’Waktu itu ada 50 mahasiswa yang mendaftar tapi yang diterima saat itu cuma sembilan.’’

Itu bukan lantaran persyaratannya susah untuk menjadi anggota Sunrice melainkan mereka lebih memilih anggota yang sesuai dengan visi-misi organisasi. ’’Memang banyak mahasiswa yang mendaftar. Mereka juga memiliki kemampuan yang menonjol sebelum bergabung. Tetapi kami lebih memilih anggota yang memiliki pandangan yang sama dengan Sunrice,’’ ucap Andreas Diaz Kristiananda.

Diaz yang tergabung dalam organisasi sejak 2013 mengungkapkan bahwa menjadi bagian dalam Sunrice merupakan kebanggaan baginya. ’’Nggak semua mahasiswa bisa bergabung di sini. Karena itu ketika aku masuk, aku sudah niat untuk mengembangkan diri secara maksimal dan juga ikut terlibat untuk pengembangan kepribadian orang lain.’’

Yup, sesuai dengan visi Sunrice yaitu menjadi wadah pengembangan diri khususnya di bidang psikologi terapan demi penciptaan mahasiswa Psikologi yang berkualitas, para anggota diajak untuk berdinamika baik secara internal maupun eksternal.

’’Dalam satu tahun kepengurusan kami punya beberapa agenda terjadwal. Sebuat saja team building untuk mahasiswa baru open recruitmentanggota baru, dan evaluasi. Kegiatan seperti ini arahnya untuk anggota saja,’’kata Jordy.

Jadwal untuk Klien

Di luar itu mereka juga memiliki beberapa jadwal untuk mengisi kegiatan outbond bagi klien. ’’Selama enam bulan terakhir ini kami sudah mengisi kegiatan outbond untuk karyawan suatu perusahaan dan beberapa sekolah,’’ cerita wakil ketua Sunrice Marcella Riska Ardiani.

Mengisi materi untuk klien yang datang dari berbagai latar belakang bukanlah perkara yang mudah. Mulai dari anak TK yang sukanya lari ke sana kemari, kemudian siswa SMA yang terkadang menyepelekan materi, hingga menangani karyawan yang suka meminta istirahat, itu sudah menjadi makanan sehari-hari anggota Sunrice.

’’Materi untuk klien sudah kami bedakan. Cara penanganannya juga berbedabeda. Kalau untuk anak TK, kami berikan materi yang lebih banyak bergerak, sedangkan untuk orang dewasa, materinya menekankan dinamika kelompok,’’ jelas Jordy.

Nah, untuk menyiapkan materi selama training dan outbond, anak-anak Sunrice tidak begitu saja memutuskan sendiri. Mereka juga meminta pertimbangan dari dosen.

Yup, outbond dan training memang seru dan asyik ketika kita menjalaninya. Tetapi di balik semua itu, harus ada persiapan yang matang dari pihak penyelenggara seperti Sunrice. ’’Yang terpenting itu cara pembawaan kita pada klien. Kami harus cepat beradaptasi dengan mereka supaya lebih membaur,’’tutup Jordy. (62)

Matahari dan Kupu-kupu

Logo matahari dan kupu-kupu yang menjadi identitas Sunrice bukan sekadar gambar tempel saja. Ada makna dari logo itu. Pertama, matahari dimaksudkan sebagai sumber ilmu.

‘’Sunrice diharapkan dapat menjadi sumber ilmu bagi anggotanya dan dapat memberi sinarnya kepada orang-orang di sekitar,’’kata Jordy.

Kedua, gambar kupu-kupu berarti metamorfosis. Maksudnya, anggota Sunrice diharapkan terus bermetamorfosis untuk menjadi lebih baik.

Berpedoman pada logo tersebut, anggota diajak untuk melakukan dua hal: pengembangan individual dan pengembangan orang lain melalui outbond.

Pengembangan secara personal mereka lakukan dengan pembekalan di dalam organisasi. Ada beberapa kegiatan internal seperti ‘’End Mounth Pratice’’ yang dilakukan tiap tiga bulan sekali. Kemudian ada ‘’Performance Appraisal’’ yang dilakukan dua kali selama satu tahun kepengurusan. Kedua kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan kemampuan anggota Sunrice.

‘’Kami juga sering berkumpul dan berdiskusi dengan senior. Tujuannya untuk memberi masukan dan juga menambah ilmu anggota baru,’’ ujar Diaz.

Selain pengembangan secara personal, ada kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat. ‘’High School Training’’ merupakan salah satu kegiatan wajib tahunan Sunrice.

‘’Jadi kami masuk ke beberapa SMA dan memberi materi training untuk siswa di situ,’’cerita Riska.

Selain memberi materi untuk anak SMA, Sunrice diberi kesempatan oleh pihak kampus untuk melakukan training building bagi mahasiswa baru. ‘’Tujuannya selain mengenalkan Sunrice ke mahasiswa baru, juga memberikan pelatihan bagi mereka.’’

Dengan kegiatan yang diarahkan pada dua hal, diharapkan Sunrice semakin dipercaya sebagai salah satu vendor outbond dan training.

‘’Kami berharap bisa dipercaya oleh berbagai pihak sebagai salah satu vendor yang berkualitas. Dengan begitu kami bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah kami dapat di kelas maupun ilmu dari para senior.’’(62)

Fransiscus Anton S

Kategori: