Perlunya Dialog Dalam Program CSR
Senin, 31 Agustus 2015 | 16:43 WIB

TRB 27_08_15 Perlunya dialog dalam program CSR

TRIBUNJATENG. COM, SEMARANG – Dialog bahasa Inggris terdengar dari restoran Grand Candi Hotel, Rabu (26/8/2015). Mereka adalah peserta Seminar Internasional Strengthening Inclusive Business And Sustainability Through Research And Practice dari seluruh Indonesia dan beberapa dari luar negeri.

Para pemerhati ekonomi dari Unika Soegijpranata pun turut serta seperti pengamat moneter dan perdagangan internasional Dr Angelina Ika juga ambil bagian. Tema yang diusung adalah bisnis yang berkelanjutan atau kaitannya dengan corporate social responsibility.

“CSR yang dilakukan perusahaan pada lingkungan sekitar selama ini hanya filantropi saja atau tidak ada dialog dengan masyarakat,” kata Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata Ranto P Sihombing.

Ia mengatakan mayoritas perusahaan hanya mengemas CSR dalam bentuk uang atau hal yang tidak dibutuhkan masyarakat. Warga yang sadar terkena dampak perusahaan bahkan ada yang menolak csr seperti itu.

Ketua panitia seminar itu menjelaskan,CSR seharusnya melalui dialog dengan masyarakat berdampak pada perusahaan. Dengan begitu, penggunaan CSR akan lebih tepat sasaran.

“Ada warga yang bahkan marah-marah ketika prosesi penyerahan CSR. Mereka merasa dijadikan objek saja oleh perusahaan,” jelasnya.

Peserta seminar tersebut berasal dari seluruh Indonesia. Bahkan, peserta dari Filipina pun hadir. Sebenarnya ada peserta dari slovenia tapi terhambat penerbangan. Sehingga hanya menyerahkan papernya.

Seminar itu merupakan pembahasan CSR dari lintas bidang mulai dari aspek ilmu akuntansi, teks dan manajemen. Masing masing peserta mempresentasikan karyanya tentang bagaimana seharusnya CSR.

“Beberapa perusahaan di Indonesia sudah melakukan CSR dengan bagus. Mereka berdialog dengan masyarakat, sepertj United Traktor dan sebagainya,” jelasnya.

Cara lainnya adalah menggandeng pemerintahan setempat untuk menyalurkan CSR. Pihak perusahaan bisa tahu kebutuhan masyarakat lewat program pemerintah daerah. (*)

sumber : jateng.tribunnews.com

Kategori: