Noor Achmad Sambut Baik Umat Katolik di MAJT
Minggu, 30 Agustus 2015 | 8:57 WIB
selfie-mahasiswi-jepang-korea-di-majt_20150829_174149

Ada pemandangan yang berbeda di Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2015). Mahasiswi Jepang – Korea Asyik Selfie di MAJT.

TRIBUNJATENG. COM, SEMARANG – Alunan suara rebana terdengar saat rombongan mahasiswa dan dosen dari delapan negara di Asia Tenggara dan Asia Timur menginjakan kaki ke Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2015).

Karpet merah digelar dari posisi bus parkir hingga serambi masjid. 200 orang rombongan dari Aseaccu atau Asosiasi Perguruam Tinggi Katolik se Asia Tenggara memang disambut layaknya tamu Agung.

Ratusan mahasiswa dan doseb itu ke Semarang dalam rangka menjalani konggres dimana Unika Soegijapranata di daulat sebagai tuan rumah. Bersama pengurus MAJT mereka dijelaskan tentang sejarah bangunan, Al Quran raksasa, hingga bedug, ratusan umat Katolik itu dibuat takjub saat empat payung raksasa dibuka lebar.

Rektor Unika Prof Budi Widianarko menjelaskan kunjungan ke Masjid Agung sesuai dengan tema yang diangkat dalam konggres yakni kerukunan umat beragama. “Orang-orang dari luar negeri ingin belajar bagaimana umat berbeda agama disini bisa hidup berdampingan, banyak dari mereka juga belum pernah masuk ke Masjid,” jelas Prof Budi kepada Tribun Jateng.

Menurutnya bagi umat Katolik di Jateng khususnya mungkin biasa masuk masjid, tapi akan menjadi hal baru bagi warga negara asing. “Tentu sebelum kesini saya sudah berpesan untuk menggunakan pakaian yang sopan,” jelasnya.

Dselurih mahasisiwa dan dosen yang hadir di acara itu memang sudah menggunakan pakaian yang sopan, bahkan beberapa menggunakan kerudung.

Di lain sisi, ketua pengurus MAJT, Noor Achmad menjelaskan pihaknya sangat terbuka dengan siapapun yang akan berkunjung ke MAJT. “Baik mahasiswa katolik, atau agama apapun, kami terbuka dan sangat menyambut baik kehadiran tamu,” ucapnya.

Dia berharap, para warga negara asing itu bisa menceritakan pengalaman berkesannya ke MAJT. “Tentu harapannya ini juga akan meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Semarang,” pungkasnya. (*)

sumber : jateng.tribunnews.com

Kategori: