Kegembiraan Warnai Penutupan PTMB Unika
Sabtu, 15 Agustus 2015 | 10:09 WIB

Penutupan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) Unika Soegijapranata di lapangan basket setempat, Jumat (14/8).

SEMARANG, suaramerdeka .com – Penutupan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) Unika Soegijapranata, berlangsung dengan penuh kegembiraan dan keceriaan. Mahasiswa baru yang baru saja menjalani PTMB selama tiga hari, terlihat tertawa lepas dan berseri-seri tanpa memperlihatkan raut muka penuh tekanan.

Mereka saling menunjukkan kekompakan, antara mahasiswa baru melalui yel-yel yang menunjukkan identitas fakultasnya masing-masing. Kemudian menyaksikan hiburan dari berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), diantaranya UKM Kesenian Jawa.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Ridwan Sanjaya menyatakan, PTMB yang digelar oleh Unika Soegijapranata 99 persen tidak ditemukan kekerasan. Sejak awal ditekankan kepada mahasiswa baru, agar melapor melalui kontak hotline jika melihat, mendengar atau mengalami kekerasan.

“Kekerasan menurut kami, tidak hanya kekerasan fisik tetapi juga verbal, mental dan penugasan. Selama tiga hari ini, kami para wakil rektor terus memantau di lapangan dan tidak ditemukan adanya kekerasan,” kata Ridwan kepada wartawan di Unika Soegijapranata, Jumat (14/8).

Selain para mahasiswa yang lebih senior, ketika akan membimbing juniornya terlebih dahulu harus menandatangani pakta integritas tidak melakukan kekerasan. Hilangnya kekerasan sambungnya, menuntut mahasiswa (panitia PTMB) lebih kreatif dalam mengemas kegiatan agar peserta mau terus mengikuti tanpa ada rasa bosan.

Kegiatan kali ini, pada hari pertama mahasiswa baru ditanamkan nilai-nilai Mgr Albertus Soegijapranata sesuai dengan tema Ugahari-Kemandirian. Tema tersebut terus dibawa, sampai Dies Natalis tahun depan dan tidak hanya saat PTMB tetapi ketika pertemuan dosen dan segala aktifitas Unika lainnya.

“Ugahari-Kesederhanaan, intinya suatu nilai yang ditanamkan oleh Mgr Soegijapranata. Segala awal dalam menyelesaikan berbagai masalah. Menghindari menghalalkan segala cara yang ujungnya pada integritas,” tuturnya.

Sedangkan mandiri, adalah kemandirian yang disadari bukan karena keterpaksaan. Tema setiap tahun sambungnya, berbeda dan terus mengalami perubahan.

Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, mahasiswa baru lebih banyak dikenalkan mengenai fakultas, program studi dan UKM yang ada di Unika Soegijapranata.
(Puthut Ami Luhur/CN41/SMNetwork)

sumber : berita.suaramerdeka.com/14_08_2015

Kategori: