Dies Natalis ke-33 Unika Soegijapranata – Persiapan Buka Faktultas Kedokteran
Kamis, 6 Agustus 2015 | 10:26 WIB

WWS 2015_08_06 Dies Natalis 33 Unika siap buka S3

BENDAN DHUWUR — Universitas adalah tak lebih dari kehidupan spiritual kumpulan manusia, yang digerakkan oleh panggilan luar (external leisure) atau desakan dalam diri mereka (internal pressure) untuk menjalankan pembelajaran dan penelitian.

Kutipan dari Noam Chomsky, seorang penulis sekaligus profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts Amerika Serikat tentang universitas versi Wilhelm von Humboldt, disampaikan Rektor Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata Prof Dr Y Budi Widianarko MSc, dalam perayaan Dies Natalis ke-33 Unika Soegijapranata di kampus Bendan Dhuwur, Kamis (5/8).

"Kutipan tersebut mengingatkan saya terhadap kondisi tanah air kita sekarang ini, yang tengah mengalami kelesuan perekonomian dan sejumlah ketidakpastian politik. Keadaan yang mengkhawatirkan ini perlu ditanggapi oleh segenap unsur bangsa, termasuk kalangan perguruan ting-gi," paparnya. Menurutnya lembaga perguruan tinggi harus mampu menggugah kesadaran warganya, untuk peduli terhadap tantangan-tantangan kemanusiaan yang ada, bukan hanya menyisihkannya bagi apa yang disebut sebagai kelompok margjinal dengan pemikiran progresif.

Lebih lanjut, Prof Budi memaparkan, selama 33 tahun perjalan Unika Soegijapranata. Ada banyak suka duka serta prestasi yang sudah ditorehkan, sekaligus berbagai perbaikan dan peningkatan pelayanan agar mampu bersaing secara nasional dan internasional.

"Di bidang akademik, kita tingkatkan pembelajaran melalui program revitalisasi Angket Evaluasi Perkuliahan (AEP), academic recharging bagi seluruh dosen, hingga teaching capacity building untuk dosen muda. Di bidang penelitian kita juga mengalami peningkatan dari kategori Madya menjadi Utama, sehingga. Unika mempunyai keleluasaan dalam mengelola penelitian secara mandiri dengan pendanaan mencapai Rp 3 miliar," lanjutnya.

Anti Plagiasi

Selain itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas anti plagiasi berupa software Turnitin untuk karya dosen dan tugas akhir mahasiswa.

"Masalah ijazah palsu yang sempat marak, juga kita antisipasi dengan penambahan QR Code pada ijazah yang diterbitkan Unika Soegijapranata, ini untuk memudahkan vali-dasi keaslian ijazah," ungkapnya lagi. Selain penambahan enam doktor baru, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pihaknya juga menggadeng lima perguruan tinggi luar negeri di antaranya Chang Jung Christin University (Taiwan), Wenzo Ursuline University of Languages (Taiwan), Assumption University (Thailand), St Louis College (Thailand) dan Calabria University (Italia).

"Selain itu untuk tahun ini kita juga persiapan untuk pembukaan S3 Strategic Leadership serta Fakultas Ke-dokteran. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa terwujud," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga turut diserahkan Penghargaan Unika Soegijapranata kepada Mantan Rektor Unika Prof Dr Michael Sastrapratedja atau yang akrab dipanggil Romo Sastra, atas jasanya sebagai rektor dua perioade (1989-1993, 2004-2005), sekaligus meletakkan dasar yang kuat bagi pengembangan Unika Soegijapranata. Selain itu juga ada orasi ilmiah yang disampaikan Rektor Unika 2005-2009 Dr Y Bagus Wismanto Msi.

Kategori: