Unika Soegijapranata Lepas 467 Mahasiswa KKN
Selasa, 28 Juli 2015 | 11:45 WIB

Ketua LPPM Unika Soegijapranata Andreas Lako menyematkan jaket almamater kepada peserta KKN Unika Soegijapranata dari Unika Parahyangan Bandung, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka .com – Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata melepas 467 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), 30 mahasiswa di antaranya dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata Prof Andreas Lako menyatakan, ratusan mahasiswa tersebut akan melakukan KKN di satu Kecamatan di Kabupaten Grobogan dan dua kelurahan di Kota Semarang.

“Mereka akan mengikuti KKN di 21 desa di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan dan dua kelurahan di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Fokus program KKN kali ini pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan,” kata Prof Andreas usai melepas mahasiswanya di Lapangan Basket Unika Soegijapranata, Selasa (28/7).

Pelaksanaan KKN kali ini agak berbeda dengan sebelumnya karena melibatkan 30 mahasiswa berprestasi dari Unika Parahyangan Bandung. Mereka dilibatkan untuk belajar dari Unika Soegijapranata dalam melaksanakan KKN karena selama ini Unika Parahyangan belum pernah menggelar kegiatan serupa.

“Program KKN kali ini juga sebagai upaya mendukung visi, misi dan tujuan dari pembangunan Jateng serta ikut menyukseskan program-program pengentasan kemiskinan,” tambahnya.

Mahasiswa terjun ke masyarakat selama tiga pekan, fokus pada program kerja pengentasan kemiskinan, pemberdayaan desa dan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, pelestarian lingkungan, serta program-program terkait yang relevan dengan kebutuhan di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.

Sementara di wilayah Kecamatan Gunungpati, program-progam kerjanya akan diarahkan pada pengembangan potensi masyarakat dan wilayah untuk pengembangan daerah atau desa sebagai desa pariwisata Kota Semarang.

“Dinas Pendidikan Jawa Tengah pada periode kali ini juga akan memberi bantuan pendanaan program-program KKN yang memenuhi syarat. Selain seperti pada KKN sebelumnya, kami juga akan mengajak dunia usaha ikut mengembangkan potensi daerah setempat,” tutur Andreas.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui pidato sambutan yang dibacakan Bidang Pendidikan Non Formal dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Jateng Indiarto Edi Cahyono menyatakan, mahasiswa diharap dapat menyesuaikan diri jangan jadi menara gading yang tidak dapat disentuh masyarakat.

“Ilmu yang didapat selama bangku kuliah dapat bermanfaat dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Mahasiswa juga mampu mengembangkan diri, mampu memimpin perubahan, menggerakkan stagnasi potensi desa sehingga bisa bergerak,” paparnya di depan ratusan mahasiswa peserta KKN.

(Puthut Ami Luhur/CN19/SMNetwork)

sumber : suaramerdeka.com

Kategori: