Unika Soegijapranata dan Unika Parahyangan KKN Bersama
Rabu, 29 Juli 2015 | 11:29 WIB

SM 2015_07_29 Unika Soegijapranata dan Unika Parahyangan KKN bersama

SEMARANG Sebanyak 467 mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Soegijaparanata Semarang serta 30 mahasiswa Unika Parahyangan Bandung menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama. Mereka disebar ke 21 desa di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan dan dua kelurahandiKecamatanGunung- pati, Semarang. Fokus progam KKN tersebut pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Ratusan mahasiswa itu dilepas Rektor Unika Soegijapranata, Prof Budi Widianarko, Selasa (28/7). KKN berlangsung hingga 17 Agustus 2015. Mahasiswa Unika Parahyangan Bandung dan Unika Soegijapranata akan berbaur dalam 30 kelompok.

”Mereka akan melaksanakan program-program kerja KKN yang sudah disiapkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata,” kata Ketua LPPM Unika Soegijapranata, Prof Andreas Lako. Pelaksanaan KKN itu untuk mendukung visi, misi, dan tujuan pembangungan Jawa Tengah serta program-program pengentasan kemiskinan yang digelorakan Gubernur Jawa Tengah.

Ekonomi Kreatif

Program KKN diarahkan pada pengentasan kemiskinan, pemberdayaan desa, dan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, pengembangan ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah, pelestarian lingkungan, serta program terkait yang relevan dengan kebutuhan wilayah setempat.

Misalnya, di Kecamatan Gunungpati, program kerjanya diarahkan pada pengembangan potensi masyarakat dan wilayah untuk pengembangan daerah atau desasebagai desa pariwisata Kota Semarang. Alasannya, lokasi KKN berada di desa pariwisata di wilayah Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

Tujuan KKN bersama dengan Unika Parahyangan Bandung, selain untuk mewujudkan kesepakatan antara dua perguruan tinggi, juga mewujudkan keinginan Unika Parahyangan untuk belajar proses pelaksanaan KKN dari LPPM Unika Soegijapranata. Karena itu, selain menerjunkan mahasiswa, Unika Parahyangan juga mengirim sejumlah dosen dan tenaga akademik untuk ikut serta menjadi dosen pendamping lapangan.

Dalam KKN periode ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaluiDinasPendidikanProvinsi Jawa Tengah akan memberi bantuan pendanaan untuk melaksanakan program KKN.(H89-37)

sumber : halaman 9 epaper.suaramerdeka.com/2015/7/29   atau berita.suaramerdeka.com

Kategori: