Unika Semarang-Unpar Bandung, KKN Bersama
Rabu, 29 Juli 2015 | 7:28 WIB

IKUT ENTASKAN KEMISKINAN

Prof Andreas Lako (kanan) saat memberi selamat berangkat ke desa pengabdian KKN usai menyematkan baju KKN ke peserta. (Foto sugeng irianto).

SEMARANG (KRjogja .com)– Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung menerjunkan total 467 mahasiswa mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Gunungpati Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan. Mereka dilepas Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Unika Soegijapranata Prof Dr Andreas Lako bersama Pejabat Dinas Pendidikan Jateng Bidang PNF dan PT Drs Indiarto Edi Cahyono MPd dan Koordinator KKN Unika Rudy L Yadi SE, MM di kampus Unika, Selasa (28/07/2015).

Menurut Prof Andreas Lako, tujuan KKN periode ini untuk mewujudkan keinginan Unika dan Pemprop Jateng untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa yang masih membutuhkan perhatian dari perguruan tinggi. Sekaligus sebagai  tindak lanjut MOU antara Unika-Gubernur Jateng-Bupati Grobogan tahun 2014 lalu. Sebanyak 437 mahasiswa Unika dan 30 mahasiswa Unpar (penerima beasiswa) tersebut disebar di 21 desa di Gubung dan 2 desa di wilayah sekitar Goa Kreo, Gunungpati.

Prof Andreas berharap dan meminta pada semua mahasiswa Unika dan Unpar mereka di wilayah pengabdian, agar bisa bekerja sama antar mahasiswa dua perguruan tinggi serta bisa membaur di tengah kehidupan masyarakat, belajar kepemimpinan lewat program-program yang dikerjakan dan bisa membantu masyarakat lewat pikiran, semangat dan finansial untuk peningkatan perbaikan kehidupan masyarakat desa.

"KKN melatih jiwa kepemimpinan dan kerjasama tim, antar desa dan dengan desa atau kecamatan tempat KKN, bisa berlatih melayani masyarakat dan kebersamaan di masyarakat. KKN tidak membuat penderitaan mahasiswa hidup di desa tetapi kuliah yang berbeda dengan di kampus (di kota). Ini kuliahnya di lapangan (masyarakat) dengan segala permasalahan yang ada" ujar Prof Andreas. (Sgi)

sumber : krjogja.com

Kategori: