Kofi-Milk FHK Unika Gelar Pelatihan Film
Rabu, 1 Juli 2015 | 15:38 WIB

WWS 2015-06-22 Kofi-Milk FHK Unika Gelar Pelatihan Film

KOMUNITAS Film Milik Kita (Kofi-Milk) Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata menggelar pelatihan membuat film di taman FH Gedung Antonius, Minggu (21 /6).

Menurut Ketua Umum Kofi Milk Noverio Ady, pelatihan di-gelar saat bulan Ramadan, hal tersebut tak membuat patah semangat para km yang sebagian beragama Muslim untuk tetap menjalankan aktivitasnya dan puasa. Bagi yang beragama non-Muslim mereka juga menghor-mati teman-teman lainnya dalam menjalankan ibadah puasa.

"Bahkan untuk pelatihan kerja seperti memasang peralatan film seperti Jimmy Jib, yang memiliki berat sebesar 20 kilogram dan tinggi 3 meter, mereka yang be-ragama non-Muslim mem-berikan kelonggaran agar alat tersebut merekalah yang memasangnya karena berat dan terbuat dari baja," terangnya.

Dijelaskan, acara ini sengaja di gelar di bulan Ramadan, untuk mengisi waktu luang yang bermanfaat bagi para anggota pengurus atau km film terlebih bagi yang menjalankan ibadah puasa. Tak hanya itu pelatihan bikin film ini juga sebagai sarana mahasiswa untuk saling meng-hormati dan kerja sama antar anggota.

Pelatihan ini, imbuhnya, dige-lar dengan tujuan memperkuat lagi ilmu dan pengalaman mereka di bidang sinematografi. Selain itu sengaja digelar di bulan puasa, dengan tujuan untuk ngabuburit.

"Pelatihan membuat film ini di gelar mulai dari jam 11.00 hingga jam 18.00 atau selesai saat waktu berbuka puasa tiba. Jadi usai pelatihan, kami langsung gelar buka puasa bersama seluruh anggota dan pengurus Kofi-Milk meski tidak semuanya muslim," tukasnya.

■ Persiapan Lomba

Ditambahkannya, pelatihan ini akan sangat berguna jika nanti ada lomba pembuatan film tingkat mahasiswa. Pasalnya bulan Agustus mendatang, seti-daknya sudah ada dua lomba dengan skala besar di tingkat na-sional, yaitu lomba untuk pem-buatan iklan salah satu produk motor tentang safety riding dan lomba film anti korupsi dari KPK.

Acara pelatihan membuat film ini diikuti sedikitnya 56 kru. Mereka terbagi menjadi dua bagian yaitu 40 peserta sebagai peserta dan 16 orangnya sebagai pendamping.

Instruktur Mastio R Gulfara yang didatangkan, talc lain adalah pendiri komunitas ini. Setelah se-belumnya dibekali dengan teori-teori pembuatan film, setelah itu dilanjutkan dengan tahap pra-produksi, produksi, hingga parka produksi.

Peserta juga dibekali dengan peragaan cara produksi film yang tepat sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP). Puncaknya, seluruh peserta berkesempatan memproduksi film pendek berdurasi 10 menit di-mana naskah ceritanya ditulis oleh Elitta Nena dengan sutradara Engelbertus Ardian.

"Cerita yang diangkat dalam film tersebut adalah bagaimana seorang mahasiswi dalam menjalani kehidupan suka duka dunia kampus, banyak cobaan dan rintangan yang is harus dihadapi, apalagi seorang maha-siswi tersebut adalah seorang perantauan di luar pulau Jawa," terang Elitta. ■

Nurul Wakkid-Yit

sumber : koranpagiwawasan

Kategori: