Unika Tambah Doktor Baru Lulusan Belanda
Jumat, 19 Juni 2015 | 7:27 WIB

SEMARANG (KRjogja .com)- Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata menambah doktor baru menyusul salah satu dosennya, Probo Y Nugrahedi, lulus S-3 (doctor) dari Universitas Wageningen, Belanda akhir pekan lalu.

Kepala Humas Unika Yuwono Agus kepada pers di kampus setempat, Selasa (16/06/2015) menyatakan pada ujian terbuka Probo diuji 5 dosen terdiri 4 penguji dari Universitas Wageningen dan 1 penguji dari Universitas Ghent, Belgia. Judul disertasinya tentang “Glucosinolates during preparation of Brassica vegetables in Indonesia”.

Pada paparan disertasi, Probo menyatakan teknik pengolahan sayur berupa penumisan ternyata dapat mempertahankan kandungan senyawa kelompok glukosinolat dalam sayuran. Sementara itu, fermentasi dapat menyebabkan turunnya senyawa tersebut di dalam produk sayur yang dihasilkan.

Glukosinolat merupakan kelompok senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat di berbagai sayuran kelompok Brassica seperti brokoli, kol, kembang kol, dan berbagai macam sawi.

Senyawa glukosinolat ini dapat terpecah menghasilkan berbagai senyawa aktif khususnya isothiocyanate yang diduga kuat berperan dalam penurunan risiko terhadap penyakit kanker terutama pencernaan.

Dalam penelitiannya, diketahui pengaruh beberapa cara pengolahan sayur yang lazim dilakukan di Indonesia, di antaranya penumisan, pengukusan, dan fermentasi. Produk pengukusan yang diteliti berupa kol gulung kukus yang biasa diproduksi oleh pedagang siomay, sedangkan produk fermentasi berupa sayur asin. Melalui penelitian ini diharapkan dapat dilakukan optimalisasi cara pengolahan yang biasa dilakukan di rumah tangga ataupun warung dan rumah makan sehingga nantinya dapat menghasilkan makanan dengan senyawa menyehatkan dalam jumlah yang optimal.

“Dari lima bagian studi yang dilakukan Dr Probo, dua studi telah berhasil dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional, satu studi sudah diterima untuk dipublikasikan, dan dua lainnya masih dalam proses review. Studi dilakukan di bawah bimbingan para profesor dari Universitas Wageningen maupun Universitas Katolik Soegijapranata Semarang” ujar Yuwono Agus. (Sgi)

sumber : KRjogja.com

Kategori: