Stand Up Economy: Ajak UKM “Out of the BOX”
Senin, 22 Juni 2015 | 9:30 WIB
Salah satu penampil dalam acara "Stand Up Economy".

Salah satu penampil dalam acara “Stand Up Economy”.

Jumat malam (20/6) bekas lapangan basket Unika Soegijapranata tampak riuh dan gemuruh. “Kepriwe? Weteng e kencot maning?” tutur seorang laki-laki dengan logat Banyumasan kental dari atas panggung. Mendengar itu para penonton pun terpingkal-pingkal.

Komedian bernama Yoga Tri Waluyo itu kemudian mengatakan,”Penonton, Anda jangan main-main dengan logat Banyumas. Kami itu juga punya verb 1, verb 2. Untuk mengatakan kamu, ada ko, verb 2-nya kon, verb 3-nya rika.” Cara bicara dan wajah sok serius Yoga membuat suasana makin lucu.

Malam itu memang ada acara yang bertajuk Stand Up Economy (SUE). Acara ini dimotori oleh bidang minat dan bakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Selain Yoga yang adalah anggota klub Stand Up Comedy Semarang, acara ini sebenarnya diselenggarakan untuk menjadi wadah UKM-UKM di FEB mengapresiasi seni. “Acara ini sebenarnya buat teman-teman UKM. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bakat dari teman-teman UKM agar bisa dilihat publik,” tutur Andreas Pungkas Rubiyandono, kepala bidang minat bakat BEM FEB.

Pemilik nama panggilan Biyan ini kemudian menambahkan bahwa sebenarnya ada 6 UKM di FEB yang seharusnya tampil. “Tapi yang bisa tampil di acara ini ada 4 UKM, yaitu Dian Fenata, PPM (Pelayanan Pastoral Mahasiswa), WSM (Wadah Seni Mahasiswa), dan Mahepala (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam),” imbuhnya.

Menurut Biyan acara dari bidang minat bakat tahun ini beda dari tahun-tahun sebelumnya. “Kalau sebelumnya kan hampir seluruh penampil berasal dari luar. Kali ini kami mengharuskan penampilnya ya dari kami sendiri. Dari kita, oleh kita, untuk kita. Agar out of the box-lah. Yang dari luar kami undang agar semakin meriah saja,” imbuh mahasiswa berambut gondrong ini.

Salah satu UKM di FEB yang menampilkan pompomboys.

Salah satu UKM di FEB yang menampilkan pompomboys.

Selain dari FEB sendiri, acara ini juga dimeriahkan oleh 3 komunitas lain. Ada komunitas pencinta anjing, pencinta reptil, dan klub motor vespa.

Penikmat acara ini ternyata juga bukan hanya dari Unika Soegijapranata saja. “Saya denger di Unika ada acara yang ada stand up comedy-nya. Saya kan seneng nonton stand up comedy jadi ya tertarik buat datang,” tutur Anastasia Putri, karyawati sebuah perusahaan di Semarang.

Selain Stand Up Comedy Semarang, pemeriah acara ini yang berasal dari luar FEB ada Arselia, kelompok beatbox semarang (BCOS), dan Band Rastaline. (teodomina)

Kategori: , , ,