“Pengolahan Serbuk Pewarna Alami Bit Merah”
Selasa, 16 Juni 2015 | 8:02 WIB

Seminar Series and Book Launch

DSC06177Penggunaan pewarna alami menjadi topik bahasan yang menarik sebagaimana disampaikan oleh narasumber Seminar Series dan Book Launch yang ke-3 yaitu Dr. V. Kristina Ananingsih, MSc. pada Senin, 15 Juni 2015. Seminar Series diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-20 Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata. Secara lebih luas, narasumber membahas mengenai potensi berbagai pewarna alami yang dapat ditemukan di Indonesia. Selanjutnya, secara lebih rinci disampaikan metode pengeringan yang tepat untuk mengolah serbuk pewarna alami bit merah. Pada kesempatan ini juga dilakukan Book Launch “Pengolahan Serbuk Pewarna Alami Bit Merah”.

Berbagai warna dapat dihasilkan menggunakan pewarna alami dari bagian yaitu umbi, rimpang, batang, daun, bunga dan biji. Bahan pewarna alami yang diulas antara lain ketela ungu, kayu secang, daun suji, daun jati, bunga telang dan bunga kesumba. Pigmen pewarna alami tersebut juga memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sebagai contohnya, senyawa aktif antosianin yang menghasilkan warna merah, biru dan ungu pada bunga rosela, bunga telang dan ketela ungu, mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat digunakan untuk mencegah penyakit diabetes dan aterosklerosis. Aplikasi pewarna alami pada berbagai produk pangan juga diulas dalam Seminar ini, seperti pada produk mie, bakeri, puding dan makanan tradisional.

Ekstrak pewarna alami dapat diolah menjadi bentuk serbuk untuk memperpanjang umur simpan serta memberikan kenyamanan bagi konsumen yang menggunakannya. Teknologi pengeringan semprot dipilih karena pengeringan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Penggunaan bahan mikroenkapsulat yaitu maltodextrin juga dapat menambah rendemen serbuk bit merah dan melindungi kerusakan senyawa aktif di dalam bit merah. Diharapkan, penambahan serbuk bit merah dalam berbagai produk pangan dapat memberikan manfaat sebagai pewarna alami dan sumber antioksidan.

Masih dalam rangkaian Dies Natalis ke-20 FTP, Seminar Series ke-4 dengan topik “Indonesian Jamu” akan diadakan pada 22 Juni (narasumber Darayu Wilson), Series ke-5 “Glucosinolates during preparation of Brassica vegetables” pada 26 Juni (oleh Dr. R. Probo Y. Nugrahedi) dan Series ke-6 “Fermentasi Bakteri Asam Laktat” (oleh Dr. Lindayani dan Dra. Laksmi Hartajanie MP). Bagi yang berminat untuk menghadiri Seminar Series ini dapat langsung mendaftar di bagian administrasi FTP Unika Soegijapranata.

Kategori: