Indonesian Jamu
Rabu, 24 Juni 2015 | 14:15 WIB

e2 Bertempat di Ruang Theater Gd Albertus lantai 2 diadakan seminar yang mengangkat tema “Indonesian Jamu”(22/06). Seminar yang mengenai jamu ini adalah rangkaian acara seminar series dan book Lunch ke-4 dalam rangka Dies Natalis XX Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata.

Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia mengenai jamu dan maanfaat apa yang ditawarkan dengan mengkonsumsi jamu itu sendiri. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas cemaran) serta digunakan secara tradisional. Jamu telah digunakan secara turun-temurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur.

Seminar ini bercerita mengenai manfaat kesehatan dan cara pengelohan jamu itu seperti apa yang diulas oleh Darayu Wilson. Darayu merupakan salah satu mahasiswa Program Darmasiswa yang belajar di Unika Soegijapranata. Sejak September 2014, gadis cantik dari Kansas City USA ini mengambil kuliah Indonesian Jamu dan Herbal Food and Beverage di Prodi Teknologi Pangan Unika Soegijapranata. Selain itu, Darayu juga mengambil kuliah Bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia. Di Semester kedua, Darayu melakukan internship di Taman Djamoe Nyonya Meneer Bawen.

e4Dalam buku yang berjudul “Jamu: Indonesia’s Traditional Medicine; A Compilation of Heritage Drinks and their Health Benefits” Darayu menuangkan semua pengetahuan yang dipelajarinya selama perkuliahan dan internship. Buku ini merupakan tulisan dari pengalaman yang dirasakan oleh Darayu tentang jamu, asal usul dan kegunaannya sebagai bahan minuman yang menyehatkan. Dimulai saat dia melihat materi dari program darmasiswa yang di tawarkan Unika Soegijapranata tentang Herbal Medicine dan kemudian membacanya dan tertarik, Darayu berusaha memahami dan berkeinginan untuk menggelutinnya.

Dari pemahaman yang dia dapat selama kuliah ini membuatnya melakukan magang. Selama magang di Taman Djamoe Nyonya Meneer Bawen ini, kemudian dia menulis mengenai riwayat jamu itu seperti apa dan beberapa resep yang dia bisa buat sendiri.

Dalam seminar ini Darayu juga menunjukkan keahliannya membuat jamu beras kencur dan peserta seminar dipersilakan untuk mencicipi jamu olahannya. Ditunjukkan juga seluruh bahan baku yang digunakan untuk membuat jamu, antara lain kencur, temulawak, sambiloto, pekak, kapulaga. (Molly)

Kategori: ,