Dirikan Agensi Model, Qory Linda: Nikmati Saja Prosesnya
Rabu, 3 Juni 2015 | 9:51 WIB

Remaja.Suaramerdeka.com 15-05-29 Dirikan sekolah Model

Remaja.suaramerdeka .com – Selama ini, prestasi itu selalu diidentikkan dengan nilai rapot cemerlang, IPK yang melangit di tingkat kuliahan, sederetan piala atau piagam pernghargaan yang terjejer di meja belajar dan masih banyak lagi. Namun banyak yang lupa bahwa prestasi juga bisa didapat ketika kita mampu mengembangkan potensi dan bakat yang kita miliki, lalu menelurkan kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang.

Yup, seperti Qory Linda Octasalvia yang nggak cuma berhasil meraih prestasi dengan bakatnya, tapi juga mampu mengembangkan bakat tersebut dan menularkan manfaatnya kepada orang lain. Meski masih kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata Semarang, model asal Kalimantan Tengah ini juga sukses mendirikan sebuah agensi model hijab lho. So, penasaran dengan sepak terjang gadis 21 tahun ini? Intip obrolan seru Ekspresi dengan Qory yuk!

Masih kuliah tapi bisa mendirikan Management Hijabku Modeling bagimana ceritanya?

Awalnya sih karena saya merasa di Semarang itu nggak ada wadahnya buat mengembangkan modeling untuk para model berhijab. Apalagi dulu saya pernah ikut agensi model, tapi akhirnya malah disuruh lepas hijab.  Lagipula kalau di agensi model itu yang minoritas itu selalu di anak tirikan, ya contohnya yang berhijab. Nah aku nggak pengin seperti itu, disana cuma bertahan dua bulan saja. Setelah merasakan pengalaman itu, aku berpikir kalau ini harus ada wadahnya. Dua tahun kemudian aku dan teman-teman mencoba membuat agensi model berhijab, untuk memberi kesempatan gadis muslimah yang pengin mengembangkan bakatnya. Jadi selain bisa belajar bareng tentang dunia modeling, ada personal branding dan public speaking juga.

Memang sudah ada niat dari dulu. Rencana awalnya malah mau bikin komunitas, mengundang mentor untuk belajar modeling. Tapi akhirnya, kenapa nggak dibikin manajemen sekalian dan akhirnya baru terwujud di tahun 2015 ini.

Pertama berdiri hijabku modeling itu ada berapa orang timnya?

Ada enam orang, sama teman-teman sendiri. Tapi basic mereka bukan dari modeling.

kolase 1

Tantangan yang kamu hadapi selama membangun agensi model ini apa saja?

Timnya sekarang ada delapan, kalau dari internal ada dua, talent dan tim. Kalau dari tim, karena sekarang kita lagi kuliah, agak repot memanajemen waktu buat bikin event, bikin agenda buat rapat, dll. Selain itu, kalau kerja tanpa passion kan kurang maksimal ya, nah dari tim sendiri yang aku liat masih belum menyatu dengan passion meski sudah bekerja secara professional. Nantinya saat Hijabku Modeling membuka lowongan kerja baru, aku pengin yang direkrut nanti punya passion di bidang ini jadi bisa maksimal kerjanya dan solid. Kalau dari talent karena mereka cewek semua, jadi ya harus lebih sabar dengan bawelnya dan rempongnya mereka.

Selain solidaritas, dibutuhkan apalagi untuk membangun sebuah agensi model?

Kerja sama dan tanggung jawab. Karena kita masih ‘bayi’ dan lagi sibuk membangun branding, jadi agar orang percaya bahwa kita agensi model professional, kita membangun solidaritas dulu dari tim, disertai dengan kerja sama dan tanggung jawab.

Masih kuliah tapi sudah punya agensi model, kesulitan mencari modal nggak sih?

Kemarin itu benar-benar zero budget, jadi kemarin itu pemasukannya dari pendaftaran talent dan profit dari situ yang akan kita gulirkan. Hijabku Model ini murni dari hasil jerih payah sendiri, nggak ada uluran dana dari orang tua atau keluarga.

Apa sih yang ingin diperbarui dari Hijabku Modeling?

Kalau pengalaman pertama pasti banyak kendala di lapangan yang kita temui. Yang pertama sih, system keuangannya. Karena pas awal-awal itu kita berasa dapat durian runtuh, anak kuliahan langsung pegang uang segitu banyak agak kaget untuk pengelolaannya. Selain itu evaluasi setelah event harus diperketat, aku nggak mau kalau ada masalah kecil numpuk terus lupa cara penyelesainnya. Jadi setiap habis event harus dievaluasi. Kalau dari talentnya, disesuaikan lagi sarana dan prasarana yang seharusnya mereka dapatkan.

Dari 2015 awal sampai sekarang, yang kamu pribadi rasakan dari Hijabku Modeling ini apa?

Kalau buat pribadi sih belum ada. Paling ya merasa puas bisa menyalurkan bakat teman. Kemarin di angkatan satu aku mengadakan testimony dan syukurnya nggak ada yang negative. Mereka justru bangga bisa gabung di managemen hijab. Dari sisi agama juga bisa dapat pahala kalau kita berbagi ilmu dan bermanfaat buat orang lain. Kalau profit belum terasa secara signifikan, karena masih belajar.

Yang belum kesampaian dari pribadi kamu sendiri apa?

Semoga tambah banyak lagi yang bergabung, maupun dari talent dan tim biar lebih spesifik kerjanya. Penginnya punya tempat sendiri, yang dipinggir jalan dan semakin dikenal orang karena sementara ini tempatnya masih bergabung sama teman. Soundingnya selama ini masih dari social media dan media online, ya berharap nanti kedepannya bisa pasang baliho gede di pinggir jalan. Ya intinya lokasi baru yang strategis dan makin dikenal orang kalau agensi model berhijab itu sekarang ada.

kolase 2

Berasal dari Kalimantan Tengah tapi kok bikin bisnisnya justru di tempat perantauan?

Rencananya kalau sudah selesai kuliah S1 disini, aku bakal balik ke Sampit, Kalimantan dan buka cabang disana. Aku percayakan sama keluarga yang sudah punya basic model. Rencananya juga mau lanjut s2 di jogjakarta, kalau keterima kuliah disana pengin buka cabang juga di Jogja. Karena belum ada agensi model muslim di Jogjakarta. Nah, kalau sudah terwujud semua aku tinggal memantau saja.

Prestasi di dunia model yang pernah dicapai Qory sendiri apa nih?

Miss FIRE Rabbani Kalteng 2010 ●Duta Hijab Kalteng 2010 ●Puteri Muslimah Sophie Paris 2014 Jateng ●SF Hijab Hunt 2014 , juara 1 lomba fashion show di smart hijab fashion , 10 besar Putri Fathayah Nu. Tapi makin kesini kalau ada lomba gitu makin males, pengennya dilimpahkan ke talent yang lomba.

Suka dukanya orang depan layar tiba-tiba jadi orang di balik layar apa sih?

Kadang terpengaruh dari perfeksionis juga, kalau nggak sesuai harapan suka kecewa. Ya, kayak misalnya ada rule yang aku ciptakan sendiri, terus meleset ya jadi kecewa. Nah, biar berjalan lancar biasanya talent yang sebagian besar cewek itu aku bikin bête biar mau membuktikan yang terbaik, shownya lancar dan berakhir bahagia. Hehehe… Tapi setelah itu aku pasti bilang, kalau marahku buat mereka itu buat penyemangat. Soalnya kan ini masih di manajemen, nanti kalau sudah terjun ke dunia model yang sebenarnya akan lebih ‘sadis’ dari ini.

Semua kegiatanmu ini didukung penuh sama orang tua nggak sih?

Awal beliau tahu pasti nggak mendukung, soalnya aku disuruh merantau itu disuruh belajar. Tapi malah nakal, bikin kayak gini. Kadang kalau pas capek, suka ngadu ke orang tua, ya pasti dimarahin. Tapi makin kesini yang bagus-bagus saja yang diceritakan, kalau nggak cerita tentang yang buruk pun sebenarnya beliau suka feeling gitu. Suka nanya, sakit ya? Orang tua makin kesini mendukung kalau ada kebaikan, jadi yang nggak enaknya disimpan sendiri saja.

Kesulitan mengatur jadwal kuliah dan kerjaan nggak?

Nggak sih, kuliah kan hari Senin sampai Jumat. Nah buat Hijabku Modeling tiap weekend. Rapat, event dan segala macamnya khusus weekend.

Tips buat pembaca yang pengin jadi seperti kamu, apa saja nih?

Jangan takut buat bikin ide kreatif, terutama yang nggak pernah dilakukan sama orang. Bagi aku, relasi adalah investasi. Karena membuat rejeki makin banyak, bukan cuma rejeki materi saja tapi juga menambah teman.

Kalau misal itu bukan passion-mu, jangan pernah menjalaninya dengan terpaksa. Karena nggak akan pernah maksimal. Proses yang terpenting, hasil pasti akan mengikuti meski belakangan. Jadi nikmati saja prosesnya dan ciptakan ide-ide liar. Jangan lupa berdoa dan harus terus seimbang antara karir dan kuliah kalau kamu masih kuliah.

Luar biasa banget, kan? Ayo kawan, jangan mau ketinggalan dengan Qory. Kalian juga harus berlomba-lomba untuk membuat prestasi nyata di dunia yang ‘kejam’ ini. Hehehe.

sumber : remaja.suaramerdeka.com

Kategori: