Dari Kubis Menjadi Desertasi
Selasa, 30 Juni 2015 | 16:10 WIB

Probo Y  Nugrahedi, dosen teknologi pangan Unika Soegijapranata yang telah meraih gelar Doktornya di universitas Wagenigen, Belanda (11/6), memaparkan presentasinya pada seminar yang diselenggarakan di gedung Albertus ruang auditorium fakultas teknologi pertanian Unika soegijapranata (27/6).

Beliau memaparkan tentang desertainya yang berjudul “Glucosinulates During Preparation of Brassica Vegetables In Indonesia”  dihadapan  para mahasiswanya dan dosen. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan tentang kelompok sayur Brassica (Kubis-kubisan) yang diyakini sebagai senyawa turunan dari glucosinolate yang dapat menjadi bahan aktif untuk melawan kanker.

Dalam studinya, beliau meneliti beberapa pengolahan dan penyajian sayur Brassica dalam berbagai cara di Indonesia. “Pengolahan dan penyajian sayuran brassica dengan cara dikukus, ternyata kandungan glucosinolatenya paling tinggi dibandingkan dengan cara digoreng, ditumis dan difermentasi” ungkap Pak Probo.

“Sebetulnya studi tentang pengolahan dan penyajian sayur Brassica ini  sudah terfikirankan sejak 6 tahun yang lalu”, imbuh Pak Probo dalam sesi tanyajawab. Adapun penelitian  beliau dalam rangka desertasinya adalah di daerah kawasan asia terutama Indonesia.

Harapan beliau kedepannya akan muncul berbagai macam makanan olahan hasil subtitusi dari berbagai jenis kubis-kubisan.

Kategori: ,