Unika Soegijapranata Menjadi "Kampus Jaz" di Semarang
Senin, 25 Mei 2015 | 13:59 WIB

Itulah dia SoegiJAZZ, sebutan musik jazz yang diangkat kawula Unika Soegijapranata.

Sejak Sabtu tengah hari (23/5) hingga Sabtu tengah malam, suasana kampus Universitas Katolik Soegijaprata Semarang dibisingi oleh alunan musik jazz. Bising yang tidak bikin pusing, bising yang membuat mata tetap terpincing, bising yang menyatukan semua mahasiswa dari berbagai entis – agama – dan warna kulit bersatu padu dalam satu wadah yang harmonis.

Itulah dia SoegiJAZZ, sebutan untuk musik jazz yang diangkat oleh kawula Unika Soegijapranata.

Ada 15 grup jazz yang pentas di SoegiJAZZ. Bila pada siang hari, para mahasiswa yang rata-rata dari kalangan menengah ke atas itu menikmati sambil berteduh di bawah pepohonan, maka ketika malam hari; mereka dengan tertib duduk lesehan di depan panggung, di hamparan conblock. Jadilah menikmati jazz a la Jawa. Nge-jazz sambil lesehan.

Bila ingin cerita bagaimana rasa menenggak dan mengunyah musik jazz sambil lesehan, ya tanya saja ke mahasiswa Unika Soegijapranata yang kini sudah punya SoegiJAZZ. Apa kiat menghentakkan kaki — sambil lesehan — mengikuti gebukan drum? Apakah hentakan kaki bisa diganti dengan tepukan tangan di paha?

"He he… namanya seni, apa saja bisa Bro… Yang penting nge-jazz Ndaa..!!!" tutur seorang mahasiswa sembari cengengesan.

Di Semarang memang sudah bertumbuhan grup-grup musik jazz.  Mereka sudah kerap kali manggung di berbagai tempat. Dari kampung hingga kelenteng, dari hotel hingga taman kota. Pendek kata kawula muda Semarang sudah "engeh" jazz.
Namun di kampus?

"Kami memang ingin meruntuhkan mitos bahwa Semarang gersang seni. Kami dari Unika Soegijapranata mengusung SoegiJAZZ untuk meruntuhkan mitos itu. Lewat musik jazz, maka setiap orang punya ruang untuk mengasah dan menampilkan kreativitas dan inovasinya. Bahkan sampai mendekati yang paling ekstrim. Namun semua disatukan dalam harmoni. Itu yang disebut kepatuhan kreatif. Kampus memberi ruang untuk mengasah kreativitas itu," kata Rektor Unika Soegijapranta Budi Widianarko.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang juga dikenal sebagai pecandu musik rock, ikut menonton pergelaran itu menambahkan,  "Main  jazz itu bisa bermain seenaknya sendiri. Sak penake dhewe. Sepertinya disharmoni. Tetapi sebenarnya di dalam jazz, kita  bisa mengekpresikan sesuatu, dan menampilkanya dalam musik.  Saya ingin SoegiJAZZ  menjadi spirit seperti tokoh Soegijapranata yang nasionalis. Soegijapranata bukan saja sebegai tokoh agama, tetapi ia adalah tokoh nasional yang melindungi  dan membela rakyat."

Grup jazz yang tampil mulai dari grup dari kampus tuan rumah hingga grup dari luar kota. Grup  SoJazz Quartets dari Solo, misalnya, mendapat sambutan meriah dari penonton. Sementara  Etawa Jazz Club dari Yogyakarta mendapat hati yang sama. DAC Band dari Jakarta  pun mendapat tepukan tangan sepenuh hati.

Lalu ketika Emerald Bex yang diawaki Iwang Noorsaid (keyboard), Roedyanto (bass), Iqbal (drum) memainkan "Karapan Sapi", para mahasiswa spontan terpesona. Gebugan drum Iqbal tak ayal membetot syaraf musik penonton.

Pada  giliran bintang tamu Sierra Soetedjo naik ke panggung, para mahasiswa pun terpesona oleh dua sisi. Kecantikan dan kepiawaian. Paduan anugerah alam dan keahlian olah vokal itu menjadikan Sierra menjadi primadona.

Si Pendatang Baru

Amanda Sierra Soetedjo (31 tahun), begitu nama lengkapnya,  adalah pendatang baru dalam blantika musik jazz Indonesia. Meksi begitu namanya langsung menanjak dan segera mendapat hati di kalangan penggemar musik jazz.  Ia pernah belajar olah vokal di WAAPA (Western Australia Academy of Performing Arts).

Ia pernah berduet dengan Tompi, dalam album My Happy Life, dalam lagu "Love Letter", sebagai penyanyi tamu. Sierra juga telah beberapa kali tampil di Java Jazz Festival dan berduet dengan Katon Bagaskara untuk beberapa lagu Kla Project.

Penyanyi berhidung mancung ini juga seringi tampil di Salihara Community ataupun dalam Pitoelas Big Band. Di SoegiJAZZ saya manggung bersama Joeniar Arief.

"Saya sudah beberapa kali ketemu. Jadi tidak asing lagi.  Namun baru kali ini main bareng," ujar Sierra.

Penggemar lumpia Semarang ini membawakan lagu "I Love You" yang pada Juni nanti akan diluncurkan videoclip-nya. Manggung bersama itu melantunkan enam buah lagu. Penonton tidak beranjak dari singgasana lesehannya hingga mendekati tengah malam.

Sumber : Sinar Harapan

Kategori: