Pesta Demokrasi Tenaga Kependidikan Unika
Kamis, 9 April 2015 | 16:17 WIB

_MG_0700[1]

Tenaga kependidikan Unika Soegijapranata memiliki sebuah paguyuban yang bernama Pranata Asih. Paguyuban ini didirikan dengan tujuan yang bersifat sosial. Misalnya menjaring informasi untuk kemudian dijadikan aksi ketika ada tenaga kependidikan atau kerabatnya yang memiliki hajatan perkawinan, kelahiran, ada yang sakit, ataupun meninggal.

Pada tanggal 8 April 2015 kemarin, paguyuban ini baru saja menyelenggarakan suksesi kepemimpinan. Dari tujuh kandidat yang mewakili masing-masing gedung, terpilihlah Yuliana Sri Wulandari. Dari 186 surat suara yang disebarkan, yang kembali berjumlah 184. Yuli dipilih oleh 68 orang.

“Perolehan suara masing-masing kandidat jaraknya tipis. Bahkan ketika proses penghitungan berlangsung mencapai 2/3 dari jumlah surat suara yang masuk, siapa pemenangnya masih belum bisa ditebak,” tutur Alvonsus Ponco Hadi selaku penyelenggara pemilu.

Kalau tidak ada hal-hal khusus, Yuli yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Umum (BAU) ini akan menjadi ketua Pranata Asih selama 4 tahun.

Pergantian pengurus Pranata Asih kali ini sebenarnya di luar jadwal. “Seharusnya ketua yang lama, Bapak Albertus Dwiyoga, menjabat sampai tahun 2016. Namun karena ada perubahan status, pemilu dilakukan tahun ini,” imbuh Kepala Biro Administrasi Akademik (BAK) yang karib disapa Alvons ini.

Perubahan status yang dimaksud adalah perubahan dari tenaga kependidikan menjadi dosen. Albertus Yoga yang sebelumnya bertugas di BMSI, beralih status menjadi dosen di Fakultas Ilmu Komputer.

Penyambung Lidah

Dalam perkembangannya, Pranata Asih memiliki fungsi baru. Paguyuban ini dijadikan wadah untuk menampung aspirasi para tenaga kependidikan untuk disampaikan kepada top management.

“Misalnya nih, tenaga kependidikan ingin mengadakan piknik karena terakhir kali diadakan piknik sudah tahun 1995-an yang lalu, kami bisa menyampaikan lewat paguyuban ini,” imbuh Alvons yang diwawancara Kronik di ruangannya. (teo)

Kategori: , ,