Pemimpin itu Merujuk pada Tujuan Akhir
Selasa, 21 April 2015 | 10:53 WIB
Peserta LKTD Fak. Psikologi aktif bertanya dalam sesi tanya-jawab

Peserta LKTD Fak. Psikologi aktif bertanya dalam sesi tanya-jawab

Leadership is neither status nor tricks/tactics. However, it is fundamentally about who we are. So leadership begins with self-leadership”, demikian kata Chris Lowney dalam sebuah buku yang berjudul Heroic Leadership.

Dalam buku tersebut dia juga menjelaskan bahwa kepemimpinan bukanlah terkait dengan status, misalnya jenderal, presiden, rektor, dan sebagainya. Kepemimpinan lebih merupakan kualitas diri kita, siapa kita. Kita ini semua merupakan pemimpin. Kepemimpinan muncul dari dalam diri kita dan menyangkut tentang siapa diri kita serta nilai-nilai yang kita hidupi untuk memerankan peran kita baik di rumah, di tempat kerja, atau di mana pun. Karena kepemimpinan menyangkut nilai-nilai hidup, maka kepemimpinan bisa ditanamkan dan dilatihkan.

Mencoba menerapkannya, Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata mengadakan acara latihan kepemimpinan tingkat dasar (LKTD) pada tanggal 10-12 April 2015 untuk para mahasiswanya. Acara ini diharapkan menjadi wahana bagi kader-kader pemimpin untuk mengolah dirinya serta nilai-nilai yang mereka hidupi.

“Dengan LKTD ini harapannya para peserta semakin mantap untuk mengikuti kegiatan-kegiatan baik itu kepanitiaan, ormawa (organisasi mahasiswa) fakultas maupun universitas, ataupun kegiatan-kegiatan di luar kampus,” tutur Citra Dewi Anggraini yang merancang acara-acara selama LKTD Fakultas Psikologi kemarin.

Begin with the End in Mind

Citra kemudian juga mengatakan, dengan tema Starting to the End, panitia mencoba mengajak peserta untuk memulai segala sesuatu dari akhir. Hal ini sesuai dengan kebiasaan kedua dalam buku 7th Habit for Highly Effective Teenager yaitu merujuk pada tujuan akhir, maksudnya agar peserta tahu apa yang ingin dicapai, apa yang menjadi misinya, dan apa yang menjadi goal dalam hidupnya.

Meski basah-basahan, peserta antusias menjalani outbound.

Meski basah-basahan, peserta antusias menjalani outbound.

Menyitir tulisan Sean Covey, segala sesuatu tercipta dua kali, pertama dalam angan-angan, baru kemudian tercipta secara fisik. Individu, keluarga, tim, organisasi dan hal-hal lainnya pun membentuk masa depannya dengan sebuah visi mental dan tujuan dari setiap proyeknya. Mereka menghidupinya dari hari ke hari dan mereka mengomit pada prinsip, nilai dan tujuan yang mereka rumuskan. Dan itulah yang membuat cita-cita mereka menjadi kenyataan.

Acara yang berlangsung di Pondok Efrata, Ungaran ini diikuti oleh 54 mahasiswa yang 14 diantaranya merupakan anggota ormawa yang belum pernah mengikuti LKTD. Latihan kepemimpinan ini berlangsung 3 hari sejak tanggal 10 hingga 12 April 2015. Pada hari terakhir, peserta menjalani outbound yang dibawakan oleh UKM Sunrice.

Kategori: ,