Mahasiswa Unika Buat Game Sembari Camping
Selasa, 28 April 2015 | 8:48 WIB
Mahasiswa Unika Buat Game Sembari Camping
Mahasiswa Game Technolgy Unika Soegjapranata membuktikan bahwa untuk membuat sebuah game
tidak harus berada di dalam laboratorium komputer.

 

SEMARANG – Mahasiswa Game Technolgy Unika Soegjapranata membuktikan bahwa untuk membuat sebuah game tidak harus berada di dalam laboratorium komputer. Akhir pekan lalu mereka menyelenggarakan kegiatan yang dinamai Game Development Camp atau kemah para pembuat game di Kopeng Salatiga dari 24 hingga 26 April.

Acara yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Game Technology Unika Soegijapranata dan perwakilan dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan mengangkat tema pariwisata sebagai produk game yang dibuat.

“Peserta dituntut untuk menyelesaikan pembuatan game berbasis Android sambil menyatu dengan alam pegunungan di daerah Kopeng. Pembuatan game diawali dengan pengembangan konsep game, pembuatan materi grafis, perancangan peta permainan, dan berlanjut sampai dengan pembuatan program,” ucap wakil Rektor Bidang Akademik Unika, Dr Ridwan Sanjaya dalam Rilisnya yang dikirm ke Tribun Jateng, Senin (27/4/2015).

Ia menambahkan acara ini merupakan salah satu kegiatan akademis yang dikemas secara unik oleh jurusan Game Technology Unika Soegijapranata. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin seperti halnya Festival Game yang selalu diselenggarakan setiap tahun.

” Di sini kami menerapkan slogan jurusan yaitu Brilliant, Innovative, and Confident melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif,” Imbuhnya.

Sementara itu, Presiden game club Unika, Daniel Sigit, menjelaskan setiap game diselesaikan oleh satu kelompok yang terdiri dari 3 anggota dan berakhir pada hari ketiga acara kemah.

“Acara ini keluar dari mainstream yang umumnya untuk membuat program dilakukan di laboratorium atau tempat yang lengkap dengan hardware pendukung dan koneksi internet,” paparnya.

Salah satu peserta, Irwanto, dari Universitas Binus Jakarta, menyatakan rasa ketertarikannya bisa terlibat dalam acara tersebut. “Jika ada kesempatan lagi, saya berharap dapat ikut lagi pada tahun depan,“ lanjutnya.

Menurutnya, membuat game di luar laborat dan tanpa koneksi internet memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, ia juga mengaku berbaur dengan alam menambah inspirasi dalam menyelesaikan game nya.

Selain pembuatan program, acara kemah juga diisi dengan pembagian doorprize dari sponsor dan ice breaking. Dosen juga memberikan penilaian, pendapat, dan masukan untuk setiap proyek yang dikerjakan oleh para peserta. Setiap proyek yang dianggap memiliki kelebihan dan memenuhi kategori game yang ditentukan, mendapatkan hadiah dari panitia. (*) Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

Sumber : TRIBUNJATENG

Kategori: