GRACE Memang Doyan Ngomong
Selasa, 7 April 2015 | 13:39 WIB

SM050415 GRACE MEMANG DOYAN NGOMONG

Hai, selamat malam Sis, Bro. Wah udah jam sembilan malam lagi, berarti waktunya Grace Cantona buat nemenin kamu di RCT Night Action sampai jam 11 malam nanti ya.’’ Siapa yang udah akrab dengan sapaan itu?

Grace Sharon Cantona adalah nama lengkap dari penyiar satu ini. Hobi mendengarkan radio sejak SMP dan kebiasaannya yang doyan ngomong alias cerewet membawa cewek kelahiran Salatiga ini pada tawaran menjadi penyiar radio.

Saat itu Grace masih kelas dua di SMP 1 Ungaran. Dia iseng melamar menjadi penyiar lepas di radio komunitas rohani Ungaran yaitu Sahabat Sejati. Ragu-ragu karena belum percaya diri sempat menggelayutinya.

‘’Apa bisa ya aku jadi penyiar radio? Padahal kan teman penyiar lainnya jauh lebih dewasa?’’ ujar Grace mengingat keraguannya saat itu.

Tapi ‘’rezeki’’ tidak mengenal usia. Beberapa bulan berlatih dan belajar, Grace mendapatkan ritme dan kenyamanan kerjanya menjadi penyiar radio di sana. Itu berkat senior-senior penyiar di Sahabat Sejati yang sabar dan perhatian membagi pengalaman menyiar mereka.

Saat sudah di SMA1 Semarang, dia pun tetap nyaman siaran meski harus bolak-balik Semarang-Ungaran-Salatiga. ‘’Nggak masalah kok…,’’ ungkapnya. ‘’Lagian mamaku ikut memotivasi. Beliau selalu bilang, ‘Kamu tuh dari pada ngomong ngalor-ngidul mending jadi penyiar aja.’”

Rutinitasnya itu pun dia lakoni hingga semester satu di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegojapranata.

Seusai menjalankan tugasnya menjadi penyiar di radio komunitas, perihal radio ternyata belum jauh-jauh mengisi kegiatannya. Dalam perkuliahan, dia mendapatkan tugas kuliah dari dosen untuk menganalisis beberapa radio di Kota Semarang. Tugasnya justru seolah menghidupkan hobinya mendengarkan radio.

Seperti Mimpi

Berkat tugasnya dia bisa mengobrol dengan penyiar RCT FM dan mengajukan diri untuk menjadi penyiar. Keraguan masih menggelayuti anak pertama dari tiga bersaudara ini. Tapi lalu tekadnya bulat untuk jadi penyiar.

‘’Biasanya aku yang suka mengirim request lagu, sekarang menjadi yang membacakan request dan memutarkan lagunya. Wah seperti mimpi pokoknya bisa jadi penyiar di sini,’’ tuturnya bahagia.

Teman-temannya pun banyak yang nggak percaya ia menjadi penyiar di RCT FM setiap mendengar suara Grace mulai menyapa pendengar di program ‘’Night Action’’. Bukan karena ragu dengan talenta cewek ini untuk menjadi penyiar, tapi temantemannya heran karena suaranya terdengar sangat berbeda dengan suaranya saat mengobrol biasa.

Yap, itu karena saat siaran ia menggunakan suara perut yang membuat suaranya lebih bulat dan berbeda. Perhatian temantemannya seringkali juga membuatnya tergelitik dengan pesan-pesan kirim salam konyol mereka.

Tentu saja sebelum resmi menjadi penyiar radio, ia menjalani masa pelatihan selama tujuh bulan. Banyak hal baru yang ia pelajari, mulai membuat skrip, membaca skrip siaran, vokal, hingga mengoperasikan berbagai alat siaran.

Sudah nyaman dan aysik menikmati pekerjaannya menjadi penyiar tapi, ia tidak mau terbuai dan lupa untuk mempertahankan fokusnya dalam bidang pendidikan. Sempat mendapatkan indeks prestasi yang menurun drastis, penyiar yang mengidolai Ria Vega ini terpicu untuk meningkatkan prestasinya kembali.

‘’Bagaimanapun juga aku ingin berusaha melakukan yang terbaik untuk membuktikan kemampuan dan pilihanku,’’ tandasnya. (62)

Kategori: