Lomba Cipta Karya Hadirkan Nuansa Baru Tentang Unika
Rabu, 11 Maret 2015 | 10:54 WIB

Lomba Cipta Karya merupakan lomba yang diadakan untuk mengembangkan kampus Unika Soegijapranata dari segi Promosi. Ada banyak ide yang dimunculkan ketika Lomba Cipta Karya diadakan di kampus ungu tersebut yakni dimulai dari sarung jok berwarna ungu hingga sistem manajemen sampah.

Predikat Unika Soegijapranata sebagai universita yang besar ternyata tidak menjamin dikenalnya Unika di kalangan masyarakat. Unika lebih dikenal di kalangan masyarakat daerah bagian utara, barat dan selatan sedangkan daerah timur masih belum mengenal nama Unika.

“Dari Mata Turun Ke Hati, Dari Sarung Jok Ungu Menuju UNIKA Duabelasribu”, begitulah ide yang muncul dari Ibu Diah Woro dan Yuliana S.W, sang penggagas ide tersebut untuk lebih mengenalkan nama Unika Soegijapranata di kalangan masyarakat daerah timur (Salatiga, Ampel, Boyolali, Kartasura, Solo, Ngawi dan sekitarnya).

Ide tersebut dapat diwujudkan dengan cara menjalin kerjasama dengan beberapa PO jurusan Semarang-Solo untuk pembuatan sarung jok ungu di bus dengan bergambarkan Unika Soegijapranata dan Company profilnya sebagai sarana promosi. Selain itu juga dapat dilakukan media promosi “UNIKA on Bus” yaitu menampilkan profil Unika dengan durasi 30 menit.

“Promotion with purple seat cover”, begitulah konsep tulisan yang diusung oleh sang penggagas ide, Bu Woro dan mbak Yuli ini. Dengan adanya tulisan tersebut harapannya Unika Soegijapranata Lebih dikenal di masyarakat luas dan sebagai sarana Promosi agar Mahasiswa Unika mencapai Dua belas ribu.

Selain itu, hal lain juga diusung oleh Bpk. Hartoyo. Beliau mengedepankan aspek kebersihan di lingkungan kampus Unika Soegijapranata. Beliau mengedepankan ide yang beliau sebut sebagai “Sistem Bank Sampah”

Ide Beliau tersebut berangkat dari kurang kreatifnya sistem manajemen sampah di lingkungan kampus. Sampah biasanya ketika dibuang di tempat sampah maka tujuan akhirnya adalah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tetapi kemudian beliau berpikir tentang bagaimana sampah harus dimanfaatkan agar bernilai ekonomis baik untuk kampus maupun segenap mahasiswa sendiri.

Pria yang bernama lengkap Bpk Hartoyo Sulistyo Putro ini mengusung konsep adanya “Bank Sampah”. Konsep ini merupakan sistem manajemen sampah yang dimulai dari Pemilahan sampah hingga proses distribusi menuju ke pengepul.

“Ada beberapa tahap Sistem Bank Sampah yakni dimulai dari Pemilahan sampah rumah tangga kemudian sampah disetor ke bank kemudian dilakukan penimbangan. Setelah itu dilakukan pencatatan dan di akhir sistem manajemen ini, dilakukan pengangkutan ke beberapa pengepul”, tutur beliau yang sehari hari aktif di bagian Penerbitan dan Desain Unika Soegijapranata ini.

“Selain bermanfaat sebagai nilai ekonomis bagi segenap civitas academika, bank sampah juga secara langsung akan membuat Unika Soegijapranata menjadi Pioner dalam aspek mengelola lingkungan” tutur beliau ketika ditanya tentang manfaat bagi Unika Soegijapranata. (Boli)

 

Kategori: