Dosen Baru Unika (Bagian Dua)
Senin, 9 Maret 2015 | 8:27 WIB

Dosen yang bernama lengkap Algooth Putranto ini merupakan dosen yang mulai aktif satu tahun ini di Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Motonya, “Fortuna Favet Fortubis” yang artinya nasib baik akan berpihak bagi individu yang siap. Karena itulah yang membuatnya berkeinginan membuat Ilmu Komuniaksi Unika menjadi prodi yang paling keren di Jawa Tengah. Pria kelahiran 29 November ini memilih Unika menjadi tempat pengabdiannya dikarenakan Unika merupakan Universitas yang keren. Hal ini dia ungkapkan pada saat masa 1998 dimana Unika Soegijapranata yang meminta mahasiswanya untuk ikut serta dalam demo memperjuangkan reformasi. Sebelum mengajar di Unika, dia bekerja sebagai wartawan. Baginya pendapatan bukanlah tujuan utama. Sehingga mengajar bukanlah mengejar pendapatan tetapi kebahagiaan. Baginya, merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai jika mahasiswa yang ikut di dalam kelasnya juga berbahagia.

 

Shandy Jannifer Matitaputty merupakan dosen yang mulai aktif satu tahun ini di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Program Studi Perpajakan. Wanita cantik kelahiran Semarang 23 Januari ini memilih Unika menjadi tempatnya berkarir karena dirinya terkesan pada beberapa mahasiswa luar biasa dari Unika yang sempat dikenalnya. Pada saat proses seleksi, dia mengalami beberapa hal yang menarik, terutama saat wawancara yang menurutnya cukup dalam saat menggali motivasinya maupun kesungguhan niat menjadi dosen di Unika dengan segala beban aktivitas yang ada. Tetapi yang paling menarik adalah saat penerimaan surat keputusan diterima pada saat bertepatan dengan tanggal ulang tahunnya. Bu Shandy memiliki motto hidup “mengarahkan hati kepada nilai yang kekal”. Hal ini menguatkannya pada semangat untuk terus berbuat dengan lebih baik karena dampak yang saat ini mungkin belum terlihat, yaitu nilai kekal bagi mahasiswa, akan jauh lebih bernilai dari apa yang kita terima ataupun dikorbankan. Tidak heran, harapan ke depannya adalah menjadi seorang pendidik yang benar-benar memiliki hati dan sikap hidup pendidik yang baik, yaitu sebagai guru akademik  maupun teman belajar yang luas bagi mahasiswa. Dia berharap dapat terus mengembangkan nilai hidupnya tersebut bersama-sama Unika.

 

Wanita cantik ini menjadikan Unika Soegijapranata sebagai tempat untuk mengajar karena Semarang merupakan tempat kelahirannya. Bagi dosen baru Fakultas Teknologi Pangan yang bernama lengkap Ivone Elizabeth Fernandez ini, menjadi seorang dosen adalah keinginannya ketika sedang menjalani studi S2 di Itali. Dia memiliki visi untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik yaitu dengan membentuk generasi muda yang peka terhadap kondisi sekitar dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi, selain membagikan ilmu dan pengalaman yang dia miliki. Selain itu, juga karena Unika membuka program Nutrisi dan Teknologi Kuliner yang sesuai dengan bidang terakhirnya yaitu Ilmu Gizi. Selama proses seleksi, hal yang menarik bagi dosen kelahiran 5 Juni 1986 ini, antara lain proses seleksi merupakan pengalaman pertamanya. Prosesnya antara lain mengikuti berbagai tes mulai dari wawancara tingkat fakultas, microteaching, tes psikologi, tes TOEFL dan tes wawancara di tingkat Universitas. Karena sebelumnya dia direkrut langsung oleh pemilik perusahaan. Jadi, menjalani keseluruhan proses ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Dengan memiliki motto hidup "if you can imagine it, you can achieve it… if you can dream it, you can become it” menjadikannya memiliki keinginan untuk menjadi seorang guru besar atau profesor yang dapat berdampak bagi masyarakat luas.

 

"Be yourself" adalah moto hidup yang dimiliki oleh Ratih Dian Saraswati selaku dosen cantik dari Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) di Program Studi Arsitektur ini. Menjadi seorang dosen yang baik di mata mahasiswa adalah harapan yang ditanamkan oleh dirinya setelah diterima sebagai dosen baru. Wanita kelahiran semarang 17 Mei 1987 ini memilih Unika sebagai tempat berkarya karena beberapa hal, yaitu yang pertama karena Program studi Arsitektur di Unika Soegijapranata sudah terkenal baik se-Jawa Tengah sejak dirinya duduk di bangku SMA. Maka senang sekali rasanya ketika beliau dapat berkembang sekaligus ikut mengembangkan bidang Arsitektur di Unika. Keramahan para staf mulai dari pegawai TU sampai ibu dekan dan para dosen, ketika tes wawancara di kampus Arsitektur adalah pengalaman yang menarik yang dapat dirasakan baginya ketika proses seleksi.

 

 

Manis dan lincah terlihat dari sosok yang bernama lengkap Dyah Titisari Anugraheni, SE, MM ini. Dia adalah seorang dosen baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Program Studi Manajemen. Wanita kelahiran Semarang, 11 Juni 1987 ini memilih Unika untuk tempat berkarya karena Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika memiliki reputasi yang baik sebagai institusi akademik yang berkualitas dan memiliki jaringan kerjasama yang luas. Selain menjadi tempat mengajar yang ideal, FEB dapat menjadi tempat belajar yang ideal juga serta tempat yang tepat untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Selain itu, dalam pandangannya saat mengajukan lamaran untuk menjadi dosen, Unika juga menghargai dan bahkan menjaga keberagaman dengan indah, dan keberagaman itu menjadi suatu proses pembelajaran saya yang lain.

Proses seleksi menjadi dosen di Unika beliau lewati dalam waktu yang cukup lama. Proses terlama adalah menunggu keputusan dari Rektorat dan Ketua Yayasan Sandjojo untuk dapat melaksanakan wawancara akhir berdasarkan rekomendasi dari Dekanat FEB yang sebelumnya mewawancarai dirinya dan beberapa kandidat lainnya. Beliau sudah pasrah dan mencaoba ikhlas jika tidak lolos dalam seleksi tersebut. Namun Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberinya kesempatan dengan mengajar dan menjadi dosen tidak tetap. Hal ini merupakan suatu kesempatan yang ternyata tidak didapat oleh rekan lain yang ikut seleksi bersama dengan beliau. Lalu beberapa bulan setelah beliau mengajar sebagai dosen tidak tetap, akhirnya beliau mendapat panggilan dari Rektorat dan Yayasan Sandjojo untuk melakukan interview tahap akhir dan hingga saat ini beliau dapat bergabung dengan keluarga besar Unika Soegijapranata Semarang.

Harapan ke depannya, dia dapat melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan sebaik mungkin serta dapat memberikan kontribusi dan melakukan yang terbaik demi kemajuan Unika. Bagi diri sendiri, dia berharap dapat berkembang menjadi orang yang lebih baik bersama dengan Unika dan menjalin kekeluargaan yang erat dengan rekan-rekan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang ada di Unika. Motto hidup adalah “Jadilah manusia dewasa dengan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan”.

 

Baca juga : Dosen Baru Unika (Bagian Satu)

Kategori: