Unika Soegijapranata Loloskan 34 Penelitian Dikti
Rabu, 11 Februari 2015 | 10:52 WIB

Unika Loloskan 34 Penelitian Dikti SM18022015

 

SEMARANG – Sejak 2012 Unika Soegijapranata yang masuk ke dalam klaster Madya Nasional diberi hak oleh Ditjen Dikti untuk menyeleksi penelitian-penelitian dari dosen peneliti Unika Soegijapranata.

Setelah melalui proses review internal, proposal- proposal tersebut selanjutnya dikirim ke Dikti. Keseluruhan proposal yang telah melalui seleksi ketat, umumnya berhasil lolos dalam hibah penelitian Dikti.

Menurut Kepala LPPM Unika Soegijapranata Prof Dr Andreas Lako, mulai 2012 penelitian Unika Soegijapranata yang diloloskan Dikti selalu lebih dari 20. Karena berada di dalam klaster Madya Nasional, maka kuota hibah penelitian mencapai Rp 2 miliar.

Unika yang naik ke klaster Utama Nasional pada 2014 dengan kuota hibah penelitian Rp 3 miliar, saat ini kembali meloloskan 34 proposal untuk didanai Dikti. Skema penelitian yang berhasil dimenangkan antara lain, lima Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, tiga Penelitian Strategi Nasional, dua Penelitian Kompetensi, 17 Hibah Bersaing, dan tujuh Penelitian Fundamental.

Khusus untuk skema Penelitian Strategi Nasional dan Penelitian Kompetensi yang masuk dalam penelitian kompetitif, peneliti harus mempresentasikan langsung ke reviewer di Dikti. Dua skema ini merupakan hibah penelitian yang diseleksi secara nasional, langsung oleh Ditjen Dikti.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unika Soegijapranata Dr Ridwan Sanjaya mengatakan, jumlah penelitian yang naik menjadi 150 persen dari tahun sebelumnya dan kuota hibah yang mencapai Rp 3 miliar tidak lepas dari usaha LPPM dalam memetakan, mendampingi, dan menguatkan potensi di masyarakat.

”Selain itu, Rancangan Induk Penelitian (RIP) Unika Soegijapranata juga berhasil mendorong potensi unggul dosen-dosen dalam menghasilkan solusi nyata untuk masyarakat melalui penelitian.

Hasil-hasil berupa publikasi dan hak cipta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari usaha tersebut,” katanya dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin. (D9-37)

sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/unika-loloskan-34-penelitian-dikti/

————————————————————-

Unika Soegijapranata Loloskan 34 Penelitian Dikti

 

SEMARANG, suaramerdeka.com – Unika Soegijapranata sejak 2012 selalu meloloskan lebih dari 20 penelitian dan masuk ke dalam klaster Madya Nasional. Kepala LPPM Unika Soegijapranata Prof Dr Andreas Lako menyatakan, dengan status tersebut universitasnya diberi hak oleh Ditjen Dikti untuk bisa menyeleksi penelitian-penelitian dari dosen peneliti universitas setempat.

“Berada di dalam klaster Madya Nasional, kuota hibah penelitian mencapai Rp 2 miliar. Kami selalu melakukan proses seleksi ketat sebelum proposal penelitian tersebut dikirim ke Dikti dan pada umumnya berhasil lolos dan mendapat hibah penelitian,” kata Andreas, Selasa (10/2).

Pada 2014 Unika Soegijapranata naik ke klaster Utama Nasional dengan hibah penelitian Rp 3 miliar dan saat ini kembali meloloskan 34 proposal penelitian untuk didanai oleh Ditjen Dikti.

Proposal penelitian yang berhasil dimenangkan antara lain, lima penelitian unggulan perguruan tinggi, tiga penelitian strategi nasional, dua penelitian kompetensi, 17 hibah bersaing dan tujuh penelitian fundamental.

“Khusus untuk skema Penelitian Strategi Nasional dan Penelitian Kompetensi yang masuk dalam penelitian kompetitif, peneliti harus mempresentasikannya langsung ke reviewer di Dikti. Dua skema ini merupakan hibah penelitian yang diseleksi secara nasional, langsung oleh Ditjen Dikti,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unika Soegijapranata Dr Ridwan Sanjaya mengatakan, jumlah penelitian yang naik menjadi 150 persen dari tahun sebelumnya dan kuota hibah yang mencapai Rp 3 miliar tidak lepas dari usaha LPPM dalam melakukan pemetaan, pendampingan, dan penguatan potensi yang ada di masyarakat.

Selain itu, Rancangan Induk Penelitian (RIP) Unika Soegijapranata juga berhasil mendorong potensi unggul dosen-dosen dalam menghasilkan solusi nyata untuk masyarakat melalui penelitian-penelitiannya. Hasil-hasil berupa publikasi dan hak cipta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari usaha tersebut.

(Puthut Ami Luhur / CN26 / SM Network)
sumber : http://berita.suaramerdeka.com/unika-soegijapranata-loloskan-34-penelitian-dikti/

————————————–

Unika Loloskan 34 Penelitian Dikti

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

SEMARANG – Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata kembali meloloskan 34 proposal penelitian yang akan didanai dikti di tahun ini. Hal itu sekaligus mempertahankan posisi mereka di klaster utama nasional yang sudah diraih sejak tahun 2014.

Sejak tahun 2012, Unika Soegijapranata yang masuk ke dalam klaster Madya Nasional diberikan hak oleh Ditjen Dikti untuk bisa menyeleksi penelitian-penelitian dari dosen peneliti Unika Soegijapranata.

"Setelah melalui proses review internal, proposal-proposal tersebut selanjutnya dikirim ke Dikti. Keseluruhan proposal yang telah melalui seleksi ketat tersebut, umumnya berhasil lolos dalam hibah penelitian," ujar kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika, Prof. Dr. Andreas Lako, seperti dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Selasa (10/2/2014).

Menurutnya mulai dari tahun 2012, penelitian Unika Soegijapranata yang diloloskan oleh Dikti selalu lebih dari 20 penelitian. Sejak saat itu kampus Karena berada di Jalan Pawiyatan Luhur itu masuk dalam klaster Madya Nasional, maka kuota hibah penelitian mencapai Rp. 2 Milyar rupiah.

Unika kemudian naik ke klaster Utama Nasional pada tahun 2014 dengan kuota hibah penelitian Rp. 3 Milyar rupiah. Saat ini, mereka kembali meloloskan 34 proposal untuk didanai oleh Dikti yang sekalgus tetap mempertahankan diri mereka di klaster utama.

Skema penelitian yang berhasil dimenangkan antara lain 5 Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, 3 Penelitian Strategi Nasional, 2 Penelitian Kompetensi, 17 Hibah Bersaing, dan 7 Penelitian Fundamental.

Khusus untuk skema Penelitian Strategi Nasional dan Penelitian Kompetensi yang masuk dalam penelitian kompetitif, peneliti harus mempresentasikannya langsung ke reviewer di Dikti. Dua skema ini merupakan hibah penelitian yang diseleksi secara nasional, langsung oleh Ditjen Dikti.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unika Soegijapranata Dr Ridwan Sanjaya dalam rilisnya menambahkan, jumlah penelitian yang naik menjadi 150% dari tahun sebelumnya dan kuota hibah yang mencapai Rp. 3 Milyar tidak lepas dari usaha LPPM, dalam melakukan pemetaan, pendampingan, dan penguatan potensi yang ada di masyarakat.

Selain itu, Rancangan Induk Penelitian (RIP) Unika Soegijapranata juga berhasil mendorong potensi unggul dosen-dosen dalam menghasilkan solusi nyata untuk masyarakat melalui penelitian-penelitiannya. Hasil-hasil berupa publikasi dan hak cipta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari usaha tersebut. (*)

sumber : http://jateng.tribunnews.com/2015/02/10/unika-loloskan-34-penelitian-dikti#

 

Kategori: