Meski Kesulitan Bicara, Stella Mahasiswi Cantik Sudah Terbitkan Novel
Selasa, 10 Februari 2015 | 10:12 WIB

Stella Olivia membaca buku karyanya di perpustakaan kampus Unika Soegijapranata Semarang

SEMARANG- Stella Olivia termasuk mahasiswi luar biasa. Mahasiswi Fakultas Psikologi, Unika Soegijapranata Semarang ini telah menelorkan novelnya berjudul Cermin Cermin Impian, meski dirinya punya kesulitan komunikasi verbal. Iya, dia bukan tuna rungu namun ada gangguan komunikasi verbal sejak lahir.

Saat dijumpai Tribun Jateng di ruang dosen Fakultas Psikologi Unika Stella tidak terlihat capai meski dirinya baru saja tiba dari Jepara ke Semarang. Jabatan tangannya erat, pandangan matanya juga tajam. Sepintas tidak ada perbedaan Stella dengan mahasiswa lainnya.

Dia mengaku tak terbebani dengan kondisinya itu. Kesulitan dalam komunikasi verbal membuatnya memacu kemampuan dibidang tulis menulis hingga akhirnya satu novel berhasil dia terbitkan di tahun 2014 lalu.

“Masih banyak buku yang ingin saya terbitkan. Ada delapan naskah lagi yang masih ditangan penerbit. Kini masih proses seleksi,” ucapnya kepada Tribun Jateng.

Meski susah berkomunikasi secara verbal, namun dia mengaku tidak ada masalah dengan gangguan pendengarannya. Dia pun mengenyam pendidikan sejak SD di sekolah umum.

“Puji Tuhan saya selalu diberkahi dengan teman-teman yang luar biasa sehingga bisa terus menjalani pendidikan secara normal,” kata Stella. Saat bercengkrama dengan Tribun Jateng dia juga didampingi sahabatnya yang selalu menjelaskan maksud Stella.

Gadis kelahiran 23 Agustus 1994 itu menceritakan, mulai kelas 5 SD sudah menyukai dunia tulis menulis. Saat itu dia merasa sangat unggul dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dia pun suka puisi, cerpen, atau cerita bersambung.

“Dari situ saya mencoba menuangkan semua hasil pemikiran dan fantasi ke dalam kertas hinga kini tercipta banyak naskah,” ucapnya. Naskah itu tetap disimpan hingga kini. Saat bertemu dengan dosen di Unika, yaitu Christine Wibowo dan Ridwan Sanjaya, Stella merasa mendapat sahabat yang cocok.

Dua dosen itulah yang kemudian menjadi editor naskah-naskah Stella sebelum diserahkan ke penerbit. Christine Wibowo S.psi, Msi mengatakan memang selalu bersahabat dengan mahasiswanya agar tahu problematika mahasiswa.

“Awalnya saya juga melihat Stella seperti mahasiswa lainnya. Saya sadar saat dia saya suruh maju presentasi, dia juga berusaha presentasi secara biasa. Dari situ saya melihat kesungguhannya dalam kekurangannya. Saat itu semua rekan sekelasnya hanya bisa diam,” ucapnya.

Dari awal perjumpaan itu Christine kemudian sering berbagi cerita dengan Stella hingga akhirnya ternyata keduanya memiliki hobi yang sama, menulis. “Dia cerita, kalau punya banyak naskah, ya saya coba lihat, kemudian bersama pak Ridwan saya cukup terperangah karena jalan cerita yang disuguhkan cukup bagus,” jelasnya.

Dari situlah muncul ide untuk menerbitkan karya-karya Stella. Christine kemudian memanfaatkan jaringannya untuk menerbitkan karya pertamanya novel berjudul Cermin-Cermin Impian. Tidak hanya itu kini Stella juga terus menulis dan mencoba mengaplikasikan ilmu yang dia dapat di Fakultas Psikologi dengan membuat buku motivasi. (tribunjateng/rival almanaf)

sumber : http://jateng.tribunnews.com/2015/02/09/meski-kesulitan-bicara-stella-mahasiswi-cantik-sudah-terbitkan-novel

Kategori: