Memaknai Sungkeman Imlek
Jumat, 20 Februari 2015 | 12:09 WIB

SM180215 Memaknai Sungkeman Imlek

Imlek adalah tahun baru yang penentuannya mendasarkan peredaran bulan musim semi di Tiongkok, yakni sewaktu bulan terlihat mulai ’’mengintip’’, dan tahunnya mendasarkan tahun kelahiran Nabi Konghucu. Puncak perayaan Imlek jatuh pada hari ke-15, ketika bulan bersinar penuh (purnama), lewat perayaan Capgome. Apabila perayaan Imlek difokuskan pada keluarga, Capgome difokuskan pada perayaan kemasyarakatan.

Perayaan Imlek sebenarnya dimulai sepekan sebelumnya, yaitu tanggal 23 bulan ke-12 ketika Dewa Dapur naik ke langit untuk melaporkan tindak tanduk penghuni rumah (manusia) kepada Tuhan. Etnis Tionghoa berharap Dewa Dapur hanya melaporkan hal-hal yang baik sehingga sebagai simbol permohonan, umat mengoleskan madu di bibir patung Dewa Dapur.

Naiknya Dewa Dapur diantar umat dengan membakar hio, menyajikan sesaji, dan menyulut mercon. Dua hari sebelum Imlek tiap sudut rumah dibersihkan dengan harapan hal-hal yang buruk pada tahun lalu, hilang. Semua utang harus diselesaikan, termasuk permasalahan dengan kerabat/keluarga supaya tak menjadi halangan atau ganjalan di tahun mendatang.

Sehari sebelum Imlek, ada kepercayaan harus membuka semua pintu/jendala, untuk mengeluarkan kesialan tahun lalu. Malam Imlek dirayakan denganmakan malam bersama keluarga, dan menyulut petasan di depan rumah guna mengusir roh jahat yang ingin masuk. Bagi mereka yang memelihara abu leluhur, petang dan tengah malam menjelang Imlek dilakukan upacara kepada leluhur, juga esoknya pagi-pagi buta.

Tepat pada Hari Raya Imlek, setelah mandi pagi anak-anak sungkem kepada orang tua. Mereka mengenakan baju baru sebagai lambang semangat baru, dengan warna cerah supaya memperoleh kehidupan cerah. Anak memohon maaf atas kekhilafan pada tahun lalu dan meminta restu agar pada tahun yang baru lebih berbahagia dan banyak rezeki.

Sungkem mengandung makna dalam sehingga adakalanya terdengar isak tangis, baik dari pihak orang tua maupun anakanak. Sungkem kembali mengingatkan pada perjalanan hidup, yang tentu ada kekhilafan dalam bertindak sehingga secara eksplisit ataupun implisit terjadi peleburan kekhilafan.

Diterimanya semua anggota keluarga dalam upacara sungkem menunjukkan terjalinnya hubungan baik, yang berarti terjadi peleburan kesalaham dan kekhilafan pada masa lalu. Upacara sungkem pada Imlek biasanya tidak diwujudkan secara eksplisit, namun secara implisit supaya tidak mengganggu suasana.

Wakil Tuhan

Pemberian maaf biasanya mengalir dari orang tua kepada anak, dari yang tua kepada yang muda. Menurut kepercayaan kuno Tiongkok, permohonan dan pemberian maaf memberikan kelancaran berkah kepada yang muda. Pada kepercayaan kuno, sering dikatakan bahwa orang tua adalah wakil Tuhan di dunia.

Bila orang tua memberi maaf, berkah yang diperoleh anak muda pada saatnya nanti akan menghadirkan kebahagiaan pada orang tua. Dalam era modern, diperlukan sikap proporsional dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Sebaliknya, anak juga bersikap proposional dalam menghormati orang tua.

Untuk itu, perlu menjaga keharmonisan hubungan orang tua dengan anak supaya kedua pihak sama-sama mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin. Hal itu sebagaimana diajarkan oleh Nabi Konghucu berkait relasi atau hubungan dalam keluarga mengingat keluarga menjadi sentra utama kebahagiaan dan sumber ajaran moral.

Konfusius mengatakan bila dalam keluarga anak dididik dengan baik maka tercipta kehidupan kemasyarakatan yang baik. Bila tiap masyarakat baik maka kehidupan negara juga berlangsung dengan baik. Bila relasi tiap negara berlangsung dengan baik maka penduduk dunia akan hidup bahagia lahir dan batin.

Akhir kata, Selamat Hari Raya Imlek 2566, Sin Chun Kiong Hi, yang berarti Selamat Hari Raya Musim Semi. Gong Xi Fa Cai, semoga sukses dan banyak rezeki. Semoga segenap mahluk di muka bumi mendapatkan berkah dan damai berlimpah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. (10)

— Paulus Hariyono, dosen Humaniora Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang

Kategori: