Dosen Baru Unika (Bagian Satu)
Kamis, 26 Februari 2015 | 22:30 WIB

Pria dengan nama lengkap Indra Dwi Purnomo, S.Psi., M. Psi adalah salah satu dosen baru di Unika untuk tahun akademik 2014/2015. Melamar menjadi dosen di Fakultas Psikologi Unika karena suasana kerja penuh rasa persaudaraan, kasih, dan, damai. Pada saat proses seleksi beliau mengalami hal yang menarik ketika akan memutuskan melanjutkan proses interview atau menunggu ayah di rumah sakit. Pria kelahiran 14 Juli 1989, berharap bahwa ke depannya ia ingin melnjutkan S3, dapat transfer knowledge dan transfer experience kepada mahasiswa dengan semenyenangkan mungkin‎ sehingga suasana belajar penuh sukacita, serta mengaplikasikan ilmu Psikologi untuk menolong sesama yg memerlukan. Hal ini sesuai dengan apa yang dijadikannya motto hidup No Pain No Gain.

 

 

Peter Ardhianto, S.Sn., M.Sn merupakan dosen baru di Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) untuk program studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Pria yang kelahiran Surakarta 24 April, 26 tahun silam ini melamar ke Unika Soegijapranata dikarenakan Unika tempat yang kompetitif dan suasananya kondusif untuk mengajar. Motto hidup yang dipegangnya adalah Creative or Die membuatnya berkeinginan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) secara pribadi dan untuk mahasiswa yang akan diajarnya.

 

 

 

 

Dengan motto hidup “membuat sejarah bagi diri sendiri itu istimewa” membuat Albertus Dwiyoga Widiantoro, M.Kom selalu menyukai tantangan baru. Tahun ini Pak Yoga, demikian panggilannya, menjadi dosen baru di Fakultas Ilmu Komputer pada program studi Sistem Informasi (SI).  Bagi pria kelahiran Lampung Selatan  5 januari ini, menjadi dosen di Unika merupakan impian beliau yang menjadi nyata. Hal ini dikarenakan Unika adalah tempat berkumpul dan bertumbuhkembangnya orang–orang yang berpribadian hebat dan cerdas. Sehingga suatu impian yang besar baginya yang berasal dari kota kecil.

Selama proses seleksi tidak jauh beda dengan tes masuk kerja pada umumnya seperti psikotest, TOEFL, dan wawancara. Tetapi ketika akan melakukan wawancara dengan Rektor, awalnya beliau deg–degan dan merasa Prof Budi tahu bahwa wajahnya pucat. Setelah masuk ruang wawancara ternyata beliau diajak makan siang bersama dan berbicara tentang program studi, pekerjaan mengenai bagaimana sebagai dosen, dan banyak hal tentang kerja. Hal ini tidak seperti wawancara yang dibayangkan sebelumnya. Harapannya ke depan setelah menjadi dosen adalah dapat bekerja, mengajar dengan baik, bekerjasama dengan rekan–rekan yang baik. Meski demikian beliau juga harus tetap banyak belajar, belajar dan belajar.

 

Bernama lengkap Rotumiar Pasaribu, M.I.Kom merupakan dosen baru untuk Progam Studi Komunikasi  di Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK). Alumnus S1 jurusan Sastra Inggris ini banyak tahu tentang Unika sehingga beliau memilih Unika untuk mengajar. Tentang Unika yang seperti apa kualitasnya di masyarakat dan pada bidang pendidikan, beliau percaya dan berharap dengan bergabung di Unika dapat membuatnya menjadi pribadi yang selalu berkembang dalam segala aspek. Wanita yang memiliki motto hidup “bekerja untuk keluarga dan pengembangan diri; mengabdi untuk masyarakat dan negara; melayani untuk Tuhan dan sesama” berharap kelak setelah menjadi dosen di Unika dapat terus belajar untuk mengembangkan ilmu sekaligus mengembangkan ilmu komunikasi di Unika agar bisa mengimbangi ilmu yang lain. Kelahiran Simalungun 25 maret 1989 ini bercerita saat proses seleksi penerimaan dosen di Unika, beliau mengungkapkan bahwa Unika sangat berkualitas dalam proses penerimaan tenaga kerjanya, hal ini terbukti dengan banyaknya dan rincinya proses seleksi dimulai dari pengiriman lamaran, dinyatakan lolos secara administrasi, mengikuti psikotes, tes TOEFL dan terakhir tes wawancara. Selama tes wawancara beliau merasa merupakan hal yang menarik bagi beliau karena dapat berkesempatan untuk bertemu dengan wakil dari yayasan Sandjojo, bapak Rektor dan beberapa WR, terlebih saat wawancara tidak menegangkan tetapi dapat bercanda gurau dengan petinggi Unika.

 

Lulus dari S1 Teknik Elektro Unika bagi Felix Yustian Setiono, MT menjadi salah satu alasan menjadi dosen di Unika. Beliau bercerita hal menarik saat proses seleksi adalah saat proses wawancara yang diikuti oleh pejabat Rektorat dan Yayasan, dimana pertanyaannya jauh lebih sulit dijawab dibandingkan dengan ujian tesis.

Pria kelahiran Purwokerto 24 Februari 1987 ini mengungkapkan beberapa harapannya ke depan setelah menjadi dosen Unika yaitu mengembangkan budaya riset yang berbasiskan pada pengembangan dan penerapan ilmu yang bagi masyarakat. Hal ini telah berkembang sangat baik di prodi Teknik Elektro. Kedua, beliau ingin meningkatkan prestasi prodi Teknik Elektro di tingkat nasional dan internasional dan yang terakhir adalah menjadikan Teknik Elektro Unika sebagai salah satu program studi terbaik di Indonesia.

 

 

 

Baca Lanjutannya : Dosen Baru Unika (Bagian Dua)

Kategori:

One Response to “Dosen Baru Unika (Bagian Satu)”

  1. […] Baca juga : Dosen Baru Unika (Bagian Satu) […]