DISKUSI KOALISI #SAVE KPK
Jumat, 27 Februari 2015 | 11:25 WIB

Senin (23/02), 10.00 WIB diselenggarakan Diskusi Koalisi Masyarkat Sipil bertajuk “Make Your Move : Save KPK” di teater Thomas Aquinas Unika Soegijapranata, yang merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranta. Diskusi Koalisi ini dihadiri dari perwakilan KPK, kaum intelektual, para pekerja seni dan masyarakat sipil yang mendukung KPK. Pada diskusi kali ini menghadirkan pembicara yakni Pak Yoyok dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI serta Ibu Dr. Marcella Elwina S, SH., CN., M.Hum yang kerap disapa Ibu Machi, dosen dari Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata.

Pada awal diskusi ini, Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi, Bapak Benny Danang Setianto, SH., L.LM., MIL memberikan sambutan singkat serta sedikit bercerita mengenai sebuah pengalaman yang beliau lihat di Australia mengenai suatu level korupsi di negara tersebut. Di akhir sambutannya beliau memberikan sebuah quote, “jangan pernah lelah untuk memberantas korupsi”. Diskusi Koalisi dilanjutkan dengan sambutan dari Direktorat PJKAKI, Pengembangan

Jaringan Kerja Sama Antar Komisi Antar Instansi dari KPK RI, Ibu Sari Wardani. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “KPK dan POLRI bukanlah masalah “versus” karena tidak pas bila KPK dikontradiksikan dengan POLRI. Karena sebenarnya KPK dan POLRI adalah sama-sama penegak hukum yang bergerak di koridor yang sama”. Beliau juga menyampaikan bahwa Diskusi Koalisi kali ini lebih untuk mengingatkan kembali bagaimana upaya pemberantasan korupsi serta begitu pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi dan membantu masyarakat untuk mengetahui dari sektor manakah masyarakat bisa membantu membangun negeri ini dan membebaskan negeri ini dari korupsi.

Selanjutnya diskusi ini dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Ibu Machi yang berisi tentang pengantar mengenai korupsi di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa banyak sekali faktor yang menyebabkan korupsi menjamur di Indonesia seperti, faktor struktural, faktor sejarah, desentralisasi, kualitas regulasi untuk usaha, peradilan, sumber daya alam, faktor politik, faktor hukum, faktor ekonomi, dan perilaku individu. Beliau juga menyampaikan bahwa sekarang ini para koruptor menggunakan jalur hukum untuk melawan gugatannya dengan dibantu serta dibela oleh lawyer senior dan juga para koruptor memiliki akses terhadap sistem peradilan pidana (Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, LP).

Pembicara selanjutnya Bapak Yoyok dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI. Beliau menyampaikan mengenai tiga pokok bahasan yakni, apa itu KPK serta capaian-capaiannya (1), pentingnya pembangunan komunitas (2) serta pentingnya leadership dan integritas (3). Dalam penyampaian materi beliau menyampaikan, “ bahwa tidak ada model yang bisa dipakai untuk memberantas korupsi, modelnya Hongkong ngga bisa dipake di Indonesia, modelnya Singapura ngga bisa dipake di Indonesia. Jadi terpaksa kami belajarnya dari learning by error, learning by doing.” Beliau juga mengatakan bahwa penting sekali untuk menghadirkan figur-figur yang berintegritas tinggi yang integritasnya tidak bisa diperjualbelikan untuk membangun negeri ini.

Setelah para pembicara menyampaikan materinya, Diskusi Koalisi ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab para audiens dengan para pembicara. Lalu, ditutup dengan pembacaan puisi dari perwakilan komunitas dan dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan di depan pintu gerbang kantor gubernur Jawa tengah. Aksi ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. (MBR)

Kategori: