Kuliah Umum: Games yang Mengubah Dunia
Kamis, 29 Januari 2015 | 15:25 WIB

Industri games hari ini mengalami kemajuan pesat. Setiap harinya, tidak hanya ratusan, tapi ribuan game baru dihasilkan oleh para game developer. Ini merupakan fenomena yang menakjubkan.

Hal ini disampaikan oleh Eko Kusumo Nugroho dalam kuliah umum yang bertajuk ‘Game yang Mengubah Dunia’. Kuliah umum diselenggarakan setelah penandatangan kerjasama antara PT. Dreamlight World Media dengan Unika Soegijapranata. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari jurusan Game Technology, Ilmu Komunikasi, dan Psikologi.

Dalam kuliah umum ini, Eko Kusumo Nugroho yang mengaku pecinta games ini juga mengungkapkan besarnya peluang dan tantangan industri games.

"Setelah resmi diluncurkan 17 September 2013 lalu, game Grand Theft Auto (GTA) V5 sudah terjual sebanyak 11 juta kopi dan meraih keuntungan US$ 815,7 juta, atau sekitar Rp 9 triliun, dalam waktu 24 jam," ungkap presiden PT. Dreamlight ini.

Pemilik perusahaan yang berdomisili di Ungaran ini juga mengatakan bahwa hasil tersebut memecahkan rekor untuk penjualan terbaik dan meraih pendapatan tertinggi untuk produk hiburan dalam waktu sehari. Hal ini juga menjadikan game keluaran Rockstar tersebut menjadi video game dengan pertumbuhan tercepat, yaitu US$ 1 miliar, sekitar Rp 11 triliun, yang dikelola selama tiga hari.

"Sayangnya, orang tidak memperhatikan konten permainannya. Games tersebut sebenarnya ditujukan untuk orang dewasa yang menampilkan kekerasan dan hal-hal lain yang harus dijauhkan dari anak-anak," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kalau game developer tidak mempunyai purpose yang kuat, games yang diciptakan bisa membuat kecanduan. "Dalam beberapa kasus, kecanduan games menjadi penyebab terjadinya kematian. Misalnya saja beberapa waktu yang lalu di Korea Selatan seorang bayi meninggal karena ditinggal orang tuanya bermain games online di warnet," paparnya.

Untuk itu dia berharap agar ke depan, para game developer dapat membuat game yang tidak merebut waktu mereka. Tetapi membuat waktu mereka berharga ketika memainkan game yang dibuat. "Harapannya games yang dibuat tetap challenging namun positif," harapnya.

Ketika merintis PT. Dreamlight World Media, Eko pun mengawali dengan purpose membuat sebuah perusahaan media content yang menghibur sekaligus menginspirasi banyak orang untuk menggapai mimpinya. "Saya ingin membantu orang meraih cita-citanya," tandas peraih beberapa awards untuk program televisi yang diproduksi PT. Dreamlight ini.

Berprinsip pada 5P

"Purpose adalah prinsip yang pertama dan utama dalam memulai segala sesuatu," jelasnya.

Setelah menentukan tujuan, seseorang harus menemukan apa yang menjadi passion-nya. "Orang yang mengerjakan sesuatu berdasarkan passion-nya, akan lebih bahagia. Sebab, ia bukan bekerja, tapi melakukan hobinya. Saya pun demikian, saya memainkan game sebagai hobi sekaligus jalan untuk mendapat penghasilan," ucapnya.

Apabila kedua P tersebut (purpose dan passion) sudah ditemukan, otomatis orang tersebut akan menampilkan performance yang optimal sehingga profit pun datang dengan sendirinya.

"Purpose, passion, performance dan profit saja masih kurang. Untuk menyempurnakannya, perlu ada yang namanya prayer. Dengannya, kita berharap agar Tuhan memberkati segala usaha kita," ungkapnya. (teo)

Kategori: , ,