DEMI MELESTARIKAN KEUTUHAN CIPTAAN
Rabu, 10 Desember 2014 | 11:01 WIB

EDISI WISUDAWAN TERBAIK PERIODE DESEMBER 2014

Dari Program Magister Teknik Arsitektur, predikat wisudawan terbaik diperoleh oleh seorang ibu bernama lengkap Rosalia Rachma Rihadiani. Wajahnya mungkin tidak asing lagi bagi pembaca karena ia juga sering muncul di layar kaca televisi sebagai host mimbar agama katolik TVRI Jawa Tengah.

Meskipun juga ‘berprofesi’ sebagai ibu rumah tangga, ibu yang karib disapa Ema ini ternyata juga aktif berkegiatan. Setidaknya ada empat organisasi yang pernah digeluti, diantaranya, Komite SD PL Don Bosko sebagai ketua, KOMSOS Gereja Santa Maria Fatima Banyumanik juga sebagai ketua, sekretaris IkaSoepra, serta Sie Penelitian Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) cabang Jawa Tengah.

Kesibukan ini ia jalani dengan senang hati karena selain mempunyai hobi membaca, menyanyi dan memasak, pemilik tanggal lahir 25 Oktober 1974 ini juga mengaku punya hobi berorganisasi.

Thesis berjudul “Kajian Kenyamanan Thermal Pada Gedung Gereja Katolik yang Menggunakan Sistem Pengkondisian Udara Mekanis di Kota Semarang” menghantarnya memperoleh predikat wisudawan terbaik.

“Saat ini 7 dari 9 gedung gereja Paroki di kota Semarang memasang AC sebagai upaya untuk menciptakan kenyamanan thermal. Dengan demikian terjadi perubahan sistem pengkondisian udara alami ke pengkondisian udara buatan,” tuturnya mencoba menjelaskan mengapa ia mengambil judul di atas.

Sebenarnya Pemasangan AC tidak ditabukan pada karya arsitektur di Indonesia. Namun karena kekurangan utama dari AC adalah penggunaan energi yang boros, disamping beberapa isu mengenai bahan refrigerator yang terbuat dari freon  yang diklaim merusak ozon, maka sebaiknya dilakukan pengkajian lebih jauh sebelum memasang AC agar efisien dan efektif.

Pemilihan tema ini juga berangkat dari Nota Pastoral KWI bulan April 2013 berjudul “Keterlibatan Gereja dalam Melestarikan Keutuhan Ciptaan”.

“Untuk itu, pemasangan AC pada gedung gereja perlu memperhatikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitarnya,” tutur Pembina lektor Gereja Santa Maria Fatima Banyumanik ini.

Sedangkan mengenai perkuliahan di Unika Soegijapranata, ia menilai Unika mempunyai keunikan dalam spirit pendidikannya dibanding universitas lain di kota Semarang sehingga hal ini perlu ditonjolkan.

Khusus untuk program studi Magister Teknik Arsitektur, Ema berpesan,” Pasca sarjana arsitektur perlu memaksimalkan promosi  di kota Semarang karena jurusan yang ada sudah bagus, spesifik dan berbeda dengan universitas negeri yang juga memiliki program studi pascasarjana arsitektur.” (teo)

 

Kategori: