Penyiapan Cetak Biru untuk UMKM
Selasa, 17 Juni 2014 | 9:51 WIB

DALAM diskusi Semarang Trending Topics-Membangun Jawa Tengah membahas isu ”MomentumKebangkitan Nasional bagi Kebangkitan UMKMJateng’’pada 24 Mei 2014, ada pernyataan mengejutkandari narasumber Joni Marsius dari Bank Indonesia (BI).Ia menyampaikan hasil survei BI bahwa 79 persenpelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)Jateng khawatir dan takut menghadapi ASEANEconomic Community (AEC) atau MasyarakatEkonomi ASEAN (MEA) tahun 2015. Sementara 20persennya menyatakan siap. Namun, mereka yangmenyatakan siap, menghasilkan produk yang dijual didalam negeri. Karena areal pemasarannya di dalamnegeri, mereka menyatakan tidak akan terpengaruh olehmembanjirnya produk-produk dari negara-negaraASEAN. Padahal, produk merekalah yang nanti palingterkena imbasnya.MEAdisepakati para kepala negara ASEAN dalamKTT ke-2 di Kuala Lumpur pada 15 Desember 1997.Masyarakat Ekonomi ASEAN itu dibentuk guna mewujudkanvisi ASEAN.Ada tiga tujuan dibentuknya MEA. Pertama; menciptakankawasan ekonomi ASEAN yang stabil, makmur,dan memiliki daya saing tinggi yang ditandaidengan arus lalu lintas barang dan jasa yang bebas.Kemudian, arus lalu lintas modal dan investasi yangbebas, dan pembangunan ekonomi yang merata. Selainitu, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi.Kedua; mempercepat liberalisasi perdagangan dibidang jasa. Ketiga; meningkatkan pergerakan tenagaprofesional dan jasa lainnya secara bebas. Dalam cetakbiru dinyatakan MEAdibentuk dalam upaya ingin menjadikanASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksitunggal internasional; kawasan dengan daya saingekonomi tinggi; kawasan dengan pengembangan ekonomimerata dengan elemen pengembangan usaha kecildan menengah (UKM), dan kawasan terintegrasi secarapenuh dengan perekonomian global.Terbentuknya MEA diharapkan memberi banyakpeluang dan berkah bagi negara anggota ASEAN, termasukIndonesia. Namun ada banyak tantangan danbahkan ancaman yang mungkin dihadapi Indonesia.Misalnya, dampak negatif dari besarnya arus modal danbarang/jasa yang masuk bisa memacu inflasi danmematikan industri kecil atau UKM dalam negeri.Indonesia juga dibanjiri tenaga kerja profesionalasing (perawat, akuntan, dokter, dan lainnya) andai kualitasdan kompetensi SDM dalam negeri tidak segeradibenahi. Dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa sertakeberlimpahan potensi sumber daya alam dan sumberdaya ekonomi, Indonesia menjadi target pasar bagi negara-negara ASEAN dan lainnya.Bagaimana dampak MEAterhadap Jateng? Sangatbesar. Berlakunya MEA tentu membuka banyak peluangberusaha bagi masyarakat dan mendorong perekonomianJateng lebih maju lagi. Syaratnya, apabilapemerintah dan seluruh elemen masyarakat bisa menyikapipasar bebas MEAsecara positif dan saling bersinergimembenahi berbagai tantangan atau permasalahanyang menjadi titik lemah. Namun bila sebaliknya, erapasar bebas MEA akan menimbulkan ancaman seriusbagi dunia usaha UMKM dan perekonomian Jatengpada umumnya.Cetak Biru UMKMSecara teoretis, UMKM memiliki perang strategismeningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat,menciptakan lapangan kerja, mendorong kemajuan perekonomian,serta membantu mengatasi isu-isu sosial danekonomi seperti kemiskinan dan pengangguran. Dalamkonteks Jateng, peran tersebut sangat terasa.Pertumbuhan UMKM Jateng cukup pesat dalambeberapa tahun terakhir telah kontribusi besar mengatasiisu-isu sosial dan ekonomi daerah. Misalnya, menurunnyajumlah kemiskinan dan terserapnya banyak tenagakerja berpendidikan rendah pada sektor-sektor informal.Selain itu, pertumbuhan UMKM turut menekan lajupeningkatan jumlah pengangguran, mendorong kemajuanperekonomian daerah dan kesejahteraan rakyat, sertamemperkuat struktur bisnis sosial dalam masyarakat.Karena itu, dalam upaya menghilangkan rasa takutdan ketidaksiapan pelaku UMKM menghadapi MEA,pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu segeraduduk bersama dengan pelaku UMKM serta pihak-pihakterkait untuk merumuskan permasalahan, kekuatandan kelemahan, serta peluang dan tantangan bagiUMKM Jateng dalam menghadapi era pasar bebasMEA.Setelah itu, baru merumuskan strategi dan kebijakanserta langkah strategis, taktis dan operasional guna memperkuatfundamental bisnis, iklim berusaha, dan tatakelola UMKM termasuk kualitas sumber daya pelakunya.Untuk memberikan arahan strategis, taktis, dan operasionalserta kepastian dalam pembangunan UMKMmenghadapi MEA, saya mengusulkan perlunya segeramerumuskan cetak biru UMKM Jateng. (10)

 

— Andreas Lako, Guru Besar Akuntansi Berkelanjutan,Kepala LPPM Unika SoegijapranataSemarang

Kategori: