Game Jadi Media Pembelajaran
Senin, 9 Juni 2014 | 15:34 WIB

SEMARANG – Tim peneliti Unika Soegijapranata, baru-baru ini memberikan workshop pembuatan game edukasi dan potensi kewirausahaan. Pelatihan diberikan di be­berapa sekolah dalam ma­najemen tiga yayasan pendidikan di Semarang, yaitu Yayasan Pen­didikan Kristen Krista Mi­tra, Yayasan Penye­lenggaraan Ilahi Indo­nesia (YPII), dan Ya­ya­san Sekolah Kristen Indo­nesia (YSKI).

Workshop yang merupakan bagian dari Penelitian Ung­gul­an Perguruan Tinggi itu, dida­nai Ditlitabmas Dikti dan dilaksanakan do­­sen-dosen gabungan dari program Game Techno­lo­gy dan Mana­jemen Pemasaran Unika Soegi­ja­pra­nata. Tujuan workshop adalah mengenalkan permainan komputer sebagai media alternatif dalam pembelajaran di sekolah.

Yang menarik, guru-guru tanpa latar belakang pendidikan komputer dapat membuat permainan sendiri untuk keperluan pembelajaran. Peserta workshop justru didominasi  guru-gu­ru yang bukan pengajar TIK. Dengan bekal konten pengajaran yang dikuasai dan kreati­vi­tas ma­sing-masing guru, ga­me yang dihasilkan dapat mempunyai dam­pak edukasi yang sama kuatnya dengan game yang digandrungi siswa.

Tertarik

Ketua tim peneliti Dr Rid­wan Sanjaya menyatakan, game edu­kasi harusnya tidak semata-mata merupakan transfer konten edukasi dalam bentuk digital, tetapi juga dapat men­ciptakan perasaan yang sama senangnya ketika siswa memainkan game popu­ler saat ini. Namun, nilai-nilai yang ditransfer merupakan formulasi konten pendidikan yang dikuasai oleh guru-guru.

”Dengan kemudahan dalam membuat permainan berbasis komputer, guru dapat membuat sendiri game pembelajarannya setiap saat tanpa harus bergantung pada pihak ketiga,” kata Ridwan dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin.

Menurut Ridwan, PT Tel­kom Jateng dan DIY juga me­nyatakan ke­tertarikannya atas hasil-hasilindustri kreatif game yang diha­silkan dari sekolah-sekolah. (D9-37)

 

Kategori: