Cotrainer ATGW Selenggarakan Pelatihan “Public Speaking”
Sabtu, 28 Juni 2014 | 15:53 WIB

 

“Menguasai teknik-teknik berkomunikasi dengan baik merupakan sebuah kunci sukses seseorang dalam bidang apapun, tidak peduli apakah ia adalah seorang guru, salesman, dokter ataupun pengusaha. Mengapa begitu? Karena apapun yang kita kerjakan selalu akan berhubungan dengan manusia, dan dasar untuk bisa berhubungan dengan manusia lain secara lebih baik itu tergantung dari cara kita berkomunikasi,” tutur Harry Santosa dalam Optional Training, Sabtu (28/6) 2014.

Optional Training yang mengangkat tema “Learn to be a Smart Speaker” ini merupakan pelatihan yang diselenggarakan oleh cotrainer ATGW (Awaken the Giant Within) sebagai jawaban atas kebutuhan yang dirasa perlu untuk segera dipecahkan. “Kami menyelenggarakan (pelatihan) ini karena dalam kesepuluh gelombang ATGW 2013 kemarin, banyak mahasiswa yang tidak bisa bicara di depan umum,” tutur Briggite Cristy Zagita atau sering disapa Gita.

Perempuan yang sudah menjadi cotrainer ATGW selama 2 tahun tersebut juga menuturkan bahwa dengan diadakannya pelatihan ini, mahasiswa baru (angkatan 2013) mempunyai ketrampilan tertentu yang bisa dimanfaatkan selama kuliah di Unika Soegijapranata. “Namun ternyata bukan hanya mahasiswa angkatan 2013 saja yang tertarik dengan pelatihan ini. Hal ini tampak dari keikut-sertaan angkatan di atasnya. Bahkan angkatan 2009 pun ada,” tambah mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ini.

Apa yang menajdi harapan penyelenggara ternyata juga dirasakan oleh peserta. Salah satu peserta, Theofena Dwi Meyliani, menuturkan bahwa dengan pelatihan ini ia menjadi mafhum kalau ngomong di depan (publik) bisa dilakukan oleh semua orang. Tetapi, ngomong yang berkualitas, itu yang lebih penting.

Mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2013 yang bernama panggilan Fena itu juga menuturkan,” Lewat pelatihan ini saya juga tahu tentang teknik bagaimana membangun pendekatan dengan orang lain sehingga bisa mendapat passion ketika berbicara dengan orang lain.”

Harry Santosa yang juga dikenal dengan dengan Harry Xiao ini selama pelatihan memang menyampaikan teknik-teknik konkret yang bisa dipraktekkan untuk menjadi public speaker. Mulai dari sikap tubuh yang baik hingga teknik untuk mengatasi hambatan psikologis.

Pada pelatihan ini, peserta dibekali dengan 3 (tiga) hal. Pertama, peserta memahmi dan menerapkan teknik-teknik presentasi dan komunikasi dengan penuh percaya diri. Kedua, peserta mengevaluasi kemampuan dan kemajuan diri dalam public speaking dan presentation skill. Ketiga, peserta mengembangkan teknik-teknik yang telah diperoleh menjadi sebuah lifetime skill serta menemukan gaya bicara yang pas untuk diri sendiri. (teo)

Kategori: ,