Melimpahnya Informasi di Internet Bisa Jadi Bumerang
Selasa, 29 April 2014 | 8:32 WIB

SEMARANG (KRjogja.com) – Sejak munculnya teknologi komputer di Indonesia tahun 1980-an disusul dengan teknologi internet maka perkembangan informasi terjadi sangat cepat, termasuk di dunia pendidikan. Hampir semua informasi yang dibutuhkan saat ini ada di internet bahkan jumlahnya melimpah. Saking banyaknya seringkali mahasiswa, dosen atau masyarakat umum kebingungan mana yang betul-betul berkualitas (ilmu mendalam) terutama bagi dunia kampus dan mana yang hanya informasi sekilas.

“Kelimpahan informasi terkadang malah mendorong pelaku pendidikan melakukan tindakan jalan pintas seperti plagiarism. Juga kadang sulit memusatkan perhatian mendalam akan suatu topik karena melimpahnya informasi tentang topik tersebut di internet. Akibatnya tulisannya bisa menjadi dangkal. Pengguna informasi internet lebih banyak pada tahapan scanning atau memindai informasi belum sampai pada skimming (baca cepat) informasi tersebut. Sehingga cara konservatif dengan membuat karya lebih mendalam dengan cara di kertas barangkali masih relevan agar karya ilmiahnya bagus mutunya,” ujar Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Prof Dr Budi Widianarko MSc saat mewisuda 365 lulusan program Diploma, Sarjana, dan Magister di kampus Bendan Duwur, Sabtu (26/4/2014). Terpilih sebagai wisudawan terbaik program sarjana Farhana Malik (mahasiwi asal India, prodi Sastra Inggris)  lulus cum laude dengan IPK 3,96.

Menurut Rektor Unika, di tengah begitu melimpahnya informasi di internet maka perhatian mendalam terhadap suatu topik ilmu menjadi barang langka. Karena kebanyakan orang mencuplik sana sini informasi yang ada namun kurang perhatian mendalamn pada topik itu. Sivitas akademika sebaiknya lebih mendalam dan berhati-hati memilih dan memilah informasi karena kelimpahan informasi di internet bisa malahan menganggu fokus atau mendalamnya suatu pembahasan yang dikerjakan dosen maupun mahasiswa.

Terkait dengan teknolgi internet di Indonesia, Rektor Unika menyebut Indonesia pasar sangat besar bagi internet dan media sosial. Tidak kurang dari 30 juta pengguna Twitter ada di Indonesia sehingga ada yang menyebut Jakarta merupakan Ibukota Media Sosial dunia. Tahun 2013 tercatat 2,4 % “kicauan” Twitter dunia berasal dari Jakarta. Facebook lebih hebat lagi, pengguna FB dari Jakarta (11,6 juta) tercatat terbesar kedua dunia setelah Bangkok sedang posisi ketiga dipegang Sao Paulo. (Sgi)

 

Kategori: