6 Mahasiswa Unika Soegijapranata Ikut Simulasi Sidang PBB di London
Rabu, 12 Februari 2014 | 7:51 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Abdul Arif

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Untuk pertama kalinya UNIKA Soegijapranata mengirimkan delegasi ke London International Model United Nation (LIMUN).

Sebanyak 6 delegasi UNIKA Soegijapranata terbang ke London, Inggris untuk mengikuti simulasi sidang PBB. Hal itu disampaikan oleh Kepala Humas Unika, Andreas D Prasetyo sebagaimana rilis yang diterima Tribun Jateng, Selasa (11/2/2014).

Dia mengatakan, LIMUN merupakan simulasi sidang perserikatan bangsa-bangsa terbesar di Eropa yang diadakan oleh badan amal yang bekerja sama dengan Imperial College University di London. Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari itu (21-23 Februari 2014) akan diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa dari berbagai Negara.

“Mereka akan bertemu, berdiskusi, bernegosiasi mengenai isu-isu, permasalahan, dan tantangan terbesar yang dihadapi oleh dunia saat ini, mulai dari kedamaian dan keamanaan internasional, ekonomi, hak asasi manusia, hingga kemajuan sosial,” katanya.

LIMUN bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para mahasiswa terhadap isu-isu global dan penyelesaian terbaiknya. Kegiatan ini mengajak para mahasiswa untuk berpikir kritis dalam menghadapi tantangan global. Selain itu, kegiatan bertaraf internasional ini akan mengasah bakat-bakat muda untuk menjadi diplomat yang baik dengan mempertemukan delegasi antarnegara.

Andreas menyebut, dalam ajang ini, 6 delegasi UNIKA Soegijapranata Semarang akan tampil mewakili Negara Sri Lanka. Ketua delegasi UNIKA Soegijapranata Semarang, Stefanus Rezky Wibawa (Fakultas Psikologi) akan berada di komite UNDP (United Nations Development Programme).

Lima delegasi lain, Stefany Widjaya (Fakultas Teknologi Pangan) di UN Women (United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women), Katharina Edwina Saputri (Fakultas Psikologi) di Specpol (Special Political and Decolonization), Ivana Aprilia (Fakultas Teknologi Pangan) di DISEC (Disarmament and International Security Committee), Lorentia Santoso (Fakultas Teknologi Pangan) di UNEP (United Nations Environmental Programme), dan Y. Vebrian Yogaputra (Fakultas Psikologi) di Sochum (Social, Humanitarian, and Cultural).

Andreas mengungkapkan, para delegasi yakin bahwa dengan mengikuti LIMUN 2014 akan dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan mereka, melatih skill bernegosiasi, dan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menjadi bagian dari PBB, menjadi diplomat, duta besar maupun bekerja untuk PBB atau menjadi insan profesional atau pemimpin yang dapat menjadi partner global untuk menjunjung tinggi perdamaian, pembangunan dan hak asasi manusia di berbagai negara di dunia.

 

Kategori: