Unika Soegijapranata Buka Prodi Ilmu Komunikasi
Selasa, 14 Januari 2014 | 20:36 WIB

Sumber: Suara Merdeka Online

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pada era teknologi informasi, tidak ada sektor yang saat ini tidak membutuhkan ahli komunikasi. Dari sektor bisnis hingga politik, keahlian komunikasi sangat menentukan capaian keberhasilan.

Berangkat dari fakta tersebut, pada tahun akademik 2013/2014 Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang membuka program studi Strata 1 (S-1) baru, yaitu Ilmu Komunikasi. Program Studi Ilmu Komunikasi ini diselenggarakan berdasarkan SK Mendikbud Nomor 31/E/0/2013 tentang Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Soegijapranata.

Rektor Unika Prof Dr Budi Widianarko mengatakan, Program Studi Ilmu Komunikasi yang akan dikembangkan itu bertumpu pada dua fokus, yaitu Industri Media dan Public Relation. “Penetapan kedua fokus ini didasarkan pada survei di lapangan yang menunjukkan secara faktual perkembangan industri media yang sangat pesat dan meluas,” katanya.

Program baru ini, lanjut dia, didukung oleh dosen-dosen Ilmu Komunikasi yang berpengalaman lulusan perguruan tinggi terkemuka dalam dan luar negeri, para praktisi industri media cetak, elektronik dan public relation. Selain itu, didukung pula dengan laboratorium bahasa, komputer, audio visual dan rumah produksi yang sangat mendukung proses pembelajaran.

Berbagai fasilitas layanan seperti internet kampus terkoneksi 24 jam, perpustakaan modern, asrama mahasiswa, poliklinik, food court, sport hall, berbagai kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan beasiswa dari berbagai sumber.

Budi menegaskan, program itu dirancang untuk mendidik calon-calon ahli komunikasi yang kompeten dan profesional, serta mengembangkan Ilmu Komunikasi yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan universal serta peduli pada lingkungan dan masyarakat yang tak bersuara (non-voiced society).

“Ini sejalan dengan semboyan kami, Talenta pro patria et humanitate (Bakat untuk tanah air dan kemanusiaan). Kami berharap program studi baru itu akan memberi sumbangan bagi dunia komunikasi dan pendidikan ilmu komunikasi,” tandasnya.

(Anggun Puspita / CN31 / JBSM)

Kategori: