Profesor Belanda Dianugerahi "Soegijapranata Award"
Rabu, 19 September 2012 | 10:28 WIB

Profesor AML Coenen dari Radboud University-Nijmegen Belanda dianugerahi Soegijapranata Award oleh Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang atas dedikasinya terhadap kampus tersebut.

"Penghargaan ’Soegijapranata Award’ ini yang kedua kalinya kami berikan kepada tokoh yang berjasa pada kampus," kata Rektor Unika Soegijapranata Prof Budi Widianarko setelah penyerahan penghargaan itu di Semarang, Rabu (19/9/2012).

Ditanya pertimbangan pemberian penghargaan itu, ia menjelaskan sosok Prof Coenen dinilai berjasa dalam pengembangan kampus Unika Soegijapranata, di samping sumbangsihnya yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

"Coenen yang membuka peluang kerja sama antara dua perguruan tinggi, yakni Unika Soegijapranata dengan Radboud University-Nijmegen Belanda, terutama dalam bidang pengembangan kualitas dosen," katanya.

Awalnya, kata dia, pengembangan dosen yang dilakukan dengan melanjutkan studi ke universitas di Belanda itu dilakukan dosen Fakultas Psikologi, tetapi pada perkembangannya banyak dosen dari fakultas lain ikut.

Ia menjelaskan, semula hanya kerja sama tingkat fakultas, dan mulai 2010 ditingkatkan menjadi kerja sama tingkat universitas, antara lain pertukaran mahasiswa dan pengiriman dosen Belanda ke Unika Soegijapranata.

Namun, Budi mengatakan pertimbangan pemberian penghargaan itu tidak hanya sebatas dedikasi yang bersangkutan terhadap pengembangan Unika Soegijapranata, sebab Prof Coenen juga berjasa dalam pengembangan pendidikan.

"Uniknya, beliau (Prof Coenen, red.) mengawali pendidikannya sebagai sarjana biologi. Namun, dalam perkembangannya Coenen justru tertarik mendalami ilmu psikologi dan sekarang menjadi pakar di bidang itu," katanya.

Profesor kelahiran Baarlo, Belanda, 24 Januari 1943 itu sudah menerbitkan sebanyak 193 buku dan artikel jurnal internasional hingga saat ini. Dua belas artikel internasional terbit antara 2008-2012.

Dilihat dari citasi (kutipan), kata dia, karya-karya ilmiah Coenen telah dikutip sebanyak 2.745 kali dan rata-rata 17 kali setiap artikelnya, sementara karya ilmiah 15 peneliti di bidang sama hanya 1.899 kali.

"Dari H-Index, yakni perbandingan jumlah citasi dengan banyaknya artikel, Coenen memiliki H-Index sebesar 29. Ternyata lebih tinggi dari Stephen Hawking, ilmuwan fisika dan matematika yang memiliki H-Index 27," katanya.

Ditanya pemberian serupa untuk tokoh-tokoh yang berasal dari Indonesia, ia mengatakan bisa saja Soegijapranata Award diberikan pada tokoh yang berasal dari dalam negeri, mengingat sebelumnya juga pernah dilakukan.

"Soegijapranata Award pernah diberikan kepada Kwik Kian Gie, menteri pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri. Tidak menutup kemungkinan, penghargaan ke depan diberikan pada tokoh Indonesia," kata Budi. ( http://edukasi.kompas.com )

Kategori: