Terus Menulis agar Tak Ditelan Peradaban
Selasa, 28 Februari 2012 | 12:50 WIB

Suara Merdeka 28-02-2012

BAGI Ridwan Sanjaya, menulis adalah salah satu cara berbagi pengalaman. Dosen Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata itu memiliki motto, tak harus uang, bagikan pengalaman juga pada masyarakat. Lewat tulisan-tulisan itulah dia menjalankan motto hidupnya.

”Lewat tulisan, kita mengirimkan ide, pendapat, dan pemikiran ke masyarakat. Selain itu, saya sepakat dengan ungkapan, jika tidak menulis akan lenyap ditelan peradaban,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (26/2).

Kebiasaan menulis Ridwan tak bisa lepas dari ayahnya, Gunadharma Halim salah satu agen Suara Merdeka di Demak. Sejak kecil, dia biasa membaca beberapa surat kabar sekaligus dalam sehari. Kebiasaan membaca itu kemudian menuntunnya untuk menulis.

Ridwan kemudian juga membidani komunitas Inspiring Writerhood. Bermula dari sering komunikasi antara dia dan beberapa rekan di pertengahan 2008, akhirnya mereka sepakat berkelompok. Dia kemudian diminta sebagai koordinator.

Menurut pria yang akhir tahun lalu meraih gelar doktor di Thailand itu, anggota komunitasnya beragam. Ada mahasiswa, dosen, dan juga ibu rumah tangga. Sejauh ini, sudah ada 12 anggota yang berhasil melahirkan buku. Buku-buku tersebut mengupas berbagai bidang. Ada buku tentang dunia komputer seperti yang ditulis dirinya, ada juga tentang keluarga, teknologi informasi, psikologi, dan lainnya. Beberapa contoh judul buku yang telah lahir antara lain Parenting untuk Pornografi di Internet, Stimulasi Kecerdasan Anak Menggunakan Teknologi Informasi, Blacberry for Business, Menyiasati Tren Digital pada Anak dan Remaja, serta Creative Digital Marketing.

”Jika ada yang tulisannya diluncurkan dalam bentuk buku kali pertama, kami istilahkan pecah telur. Ada beberapa anggota yang juga belum pecah-pecah telurnya,” ujar Ridwan sambil tersenyum.

Dia mengungkapkan, meski pengelolaan komunitasnya dengan proses alamiah dan berdasar persaudaraan, namun buku-buku yang dihasilkan diterbitkan oleh penerbit nasional. Sebagai pelopor, dia berusaha menjalin komunikasi dengan beberapa penerbit dan menjalin kerja sama. Ridwan berharap, Inspiring Writerhood bisa menjadi komunitas penulis yang menginspirasi pembaca. (Adhitia Armitrianto-61)

Sumber: Suara Merdeka, 28 Februari 2012 (Inspirasi, halaman 21)

Kategori: ,